Upaya partai oposisi di Malaysia untuk meraih dukungan dalam pemilu lewat blogging, terjegal oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah Malaysia akan mengawasi segala macam bentuk tulisan tentang kampanye pemilu yang dilakukan lewat blog.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (22/2/2008), Menteri Pemuda dan Olahraga, Azalina Othman, bahkan menyebut kalangan oposisi yang menggunakan blog untuk menyampaikan pesan mereka adalah pengecut dan pengganggu. "Mereka pikir bisa lepas begitu saja, padahal mereka juga diawasi," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut lembaga pengamat media, Reporters Without Borders, Malaysia menduduki peringkat 124 dari 169 negara dalam indeks kebebasan pers dunia. Beberapa waktu lalu dua blogger Malaysia pernah dituntut surat kabar pemerintah karena dianggap telah mengeluarkan kritik pedas. Pemerintah juga mengeluarkan ancaman bahwa para blogger dapat dijatuhi hukuman tahanan tanpa ada masa percobaan.
(wsh/wsh)