Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Halangi Robot Delivery karena Ambil Kerjaan Manusia, Orang ini Ditangkap

Halangi Robot Delivery karena Ambil Kerjaan Manusia, Orang ini Ditangkap


Aisyah Kamaliah - detikInet

Seorang perempuan di Philadelphia ditangkap setelah berulang kali berdiri di depan robot pengantar barang milik Uber. Tindakan ini dia ambil sebagai bentuk protes terhadap penggunaan teknologi yang menggantikan pekerja manusia.
Seorang perempuan di Philadelphia ditangkap setelah berulang kali berdiri di depan robot pengantar barang milik Uber. Foto: YouTube/Action News/Pexels
Jakarta -

Seorang perempuan di Philadelphia ditangkap setelah berulang kali berdiri di depan robot pengantar barang milik Uber. Tindakan ini dia ambil sebagai bentuk protes terhadap penggunaan teknologi yang menggantikan pekerja manusia.

Robot pengantar barang otonom kini semakin sering terlihat di jalanan kota tersebut, seiring dengan penggunaannya oleh perusahaan seperti Amazon dan Uber untuk mengantarkan barang kepada pelanggan. Kehadiran robot-robot ini akhirnya memicu kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia.

Melansir Dexerto, Rabu (21/10/2026), orang ini 'berani' menunjukkan sikapnya secara langsung dengan sengaja menghalangi sebuah robot yang sedang dalam perjalanan mengantar barang di Center City.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut 6abc Action News, pihak kepolisian dipanggil setelah menerima laporan adanya gangguan yang disebabkan oleh Carolyn Marvin. Marvin dikatakan sudah berulang kali menghalangi jalur robot pengantar barang Uber dan menolak untuk menyingkir meskipun telah diminta berkali-kali.

Ia kemudian ditangkap dan didakwa melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Marvin menyatakan bahwa tindakannya merupakan bagian dari protes berkelanjutan terhadap penggunaan robot yang menggantikan peran manusia.

"Saya tahu robot-robot ini mengambil pekerjaan manusia di bidang pengantaran, jadi saya selalu memprotesnya setiap kali melihat mereka-dengan cara berdiri di depannya dan menghalangi jalannya," jelasnya kepada 6abc Action News.

Ini pun bukan pertama kalinya. Marvin mengaku pernah melakukan hal serupa sebelumnya saat menjumpai robot pengantar barang di tempat umum, termasuk dalam insiden serupa pada bulan September lalu.

"Menurut saya, melakukan demonstrasi di trotoar untuk memprotes robot pengantar barang adalah hak saya yang dijamin oleh Amandemen Pertama," ujarnya.

Meskipun telah ditangkap, Marvin tidak berniat untuk berhenti. Ia berharap perhatian publik terhadap penangkapannya dapat mendorong diskusi yang lebih luas mengenai kecerdasan buatan (AI) serta dampak robot pengantar barang terhadap lapangan pekerjaan.



(ask/ask)




Hide Ads