Platform media sosial TikTok resmi memblokir akun sosial media film dokumenter terbaru karya Alex Gibney tentang Elon Musk, hanya beberapa hari menjelang penayangan perdananya di bioskop. Langkah tegas ini memicu sorotan publik karena dinilai sebagai bentuk eskalasi pembatasan konten terhadap film tersebut.
Menurut laporan dari The Hollywood Reporter, pihak distributor film, Bleecker Street, menerima pemberitahuan bahwa pemblokiran permanen (permanent suspension) pada akun TikTok film tersebut telah diberlakukan secara mendadak.
Tindakan pemblokiran akun ini dinilai cukup mengejutkan dan diwarnai nuansa ironis. Pasalnya, tepat sebelum akun tersebut dilenyapkan dari platform, unggahan terakhir akun dokumenter tersebut sempat membagikan pesan yang meminta publik untuk segera menyaksikan film itu "sebelum dihentikan atau ditutup."
Hingga saat ini, pihak TikTok maupun distributor Bleecker Street belum memberikan tanggapan resmi mengenai alasan di balik tindakan pemblokiran akun tersebut.
Sempat Ditolak Beriklan di YouTube, Meta, X, dan TikTok
Insiden pemblokiran akun ini memperpanjang deretan kendala promosi yang dihadapi film dokumenter Elon Musk. Bulan lalu, empat platform raksasa dunia--YouTube, Meta, X, dan TikTok--sempat kompak menolak penayangan iklan berbayar untuk film ini:
- YouTube dan Meta: Berhasil meloloskan promosi setelah membatalkan penolakan dan menyebut insiden awal sebagai "kesalahan teknis" (error).
- TikTok dan X (Twitter): Tetap bersikeras pada pendirian awal mereka dan menolak penuh penayangan iklan berbayar untuk film dokumenter tersebut.
Spekulasi Keterlibatan Investor
Meskipun TikTok tidak memiliki hubungan atau afiliasi resmi dengan Elon Musk, pemblokiran ini memicu spekulasi di kalangan pengamat media.
Miliarder Larry Ellison, yang memiliki porsi kepemilikan saham di platform tersebut, muncul di dalam film dokumenter karya Alex Gibney lewat potongan pesan teks (text message). Dalam pesan tersebut, Ellison terlihat menawarkan bantuan pendanaan kepada Elon Musk saat proses akuisisi platform Twitter beberapa waktu lalu, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Senin (19/10/2026).
Simak Video "Video Presiden Meksiko Geram Dikaitkan dengan Kartel Narkoba oleh Elon Musk"
(asj/afr)