Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Singapura Dilanda Polusi Udara Terburuk Imbas Karhutla Indonesia

Singapura Dilanda Polusi Udara Terburuk Imbas Karhutla Indonesia


Adi Fida Rahman - detikInet

A woman wearing a face mask rides a bicycle as haze shrouds the central business district in Singapore, October 16, 2026. REUTERS/Edgar Su
Singapura Dilanda Polusi Udara Terburuk Imbas Karhutla Indonesia Foto: REUTERS/Edgar Su
Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia semakin berdampak ke negara tetangga. Singapura kini dilanda polusi udara parah akibat kabut asap lintas batas, dengan kualitas udara mencapai kategori sangat tidak sehat.

Dilansir dari AFP, Senin (19/10/2026), menyebut Singapura mengalami periode kualitas udara tidak sehat terpanjang sejak krisis kabut asap besar pada 2015.

"Singapura kini mengalami durasi terlama kualitas udara berada dalam kisaran tidak sehat sejak 2015," kata Wakil Direktur Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), Jason Evans Tan, seraya menjelaskan bahwa periode tersebut dimulai pada 5 Oktober.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kondisi ini dipicu kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan. Asap terbawa angin melintasi perbatasan hingga menyelimuti Singapura dan sejumlah wilayah Asia Tenggara.

Singapura Masuk Lima Kota Paling Tercemar

Lembaga pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, kembali menempatkan Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia, di antara lima kota besar dengan polusi udara terburuk di dunia pada Minggu (18/10) sore.

Di Singapura, konsentrasi partikel halus PM2.5 masih tinggi di wilayah barat. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam bahkan beberapa kali mencapai kategori sangat tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Polutan ini menjadi penyumbang utama pencemaran selama kabut asap.

Namun, PM2.5 tidak sama dengan PSI. Konsentrasi PM2.5 merupakan salah satu dari enam indikator yang digunakan untuk menghitung indeks kualitas udara Singapura.

Pihak NEA menjelaskan bahwa arah angin menjadi faktor utama pergerakan kabut asap dari Indonesia.

Dalam pembaruan 17 Oktober, NEA menyebut angin tenggara membawa asap kebakaran dari Kalimantan menuju Singapura. Asap juga terpantau di Sumatra.

Untuk Senin (19/10/2026), NEA memperkirakan PSI berada pada kisaran 100-190. Artinya, kualitas udara masih berpotensi masuk kategori tidak sehat.

Karhutla tahun ini diperparah kondisi kekeringan akibat El Niño. Kebakaran lahan gambut juga menjadi tantangan karena api dapat membara di bawah permukaan tanah, menghasilkan asap pekat yang sulit dikendalikan.

Super El Niño Perparah Kebakaran

Pakar ilmu atmosfer dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Wang Jingyu, mengatakan Asia Tenggara tengah menghadapi fenomena Super El Niño yang memperparah kekeringan.

"Karena fenomena Super El Niño yang melanda seluruh Asia Tenggara, suhu permukaan laut lebih dingin dari biasanya," kata Wang kepada AFP.

Menurutnya, suhu laut yang lebih rendah mengurangi penguapan sehingga pasokan uap air untuk pembentukan hujan menjadi terbatas.

"Curah hujan tidak mencukupi. Api sulit dipadamkan," jelasnya.

Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh banyaknya sistem topan di wilayah Asia Timur. Wang menggambarkan topan seperti spons yang menyerap kelembapan dan mengalihkannya dari wilayah terdampak kebakaran.

Akibatnya, kawasan yang membutuhkan hujan untuk membantu memadamkan api justru mengalami kekurangan curah hujan.

Singapura Soroti Perusahaan Indonesia

Pemerintah Singapura mulai mengambil tindakan terhadap perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran penyebab kabut asap.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengungkapkan bahwa pihaknya mengidentifikasi tujuh perusahaan di Indonesia yang lahannya diduga menjadi sumber sebagian asap yang mencapai Singapura.

"Penyelidikan kami sejauh ini menunjukkan bahwa sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan tujuh perusahaan di Indonesia," kata Fu, sebagaimana dikutip AFP.

Pemerintah Singapura berencana mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan tersebut agar segera menangani kebakaran dan menyerahkan rencana pencegahan.



(afr/afr)






Hide Ads