Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Telkomsel Pastikan Layanan di Batam Masih Optimal Kala Blackout

Bos Telkomsel Pastikan Layanan di Batam Masih Optimal Kala Blackout


Agus Tri Haryanto - detikInet

Telkomsel menghadirkan tiga booth pelayanan pelanggan selama MotoGP Mandalika 2026 pada 911 Oktober 2026. (Dok. Telkomsel)
Foto: Telkomsel menghadirkan tiga booth pelayanan pelanggan selama MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober 2026. (Dok. Telkomsel)
Jakarta -

Operator seluler Telkomsel memastikan layanannya masih berjalan optimal di Batam, Kepulauan Riau, setelah wilayah tersebut dilaporkan alami pemadaman listrik massal, gangguan pasokan air, hingga hilangnya sinyal telekomunikasi selama berjam-jam.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Telkomsel Nugroho di sela-sela konferensi pers Bali Tech Week di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Selasa (13/10/2026).

"Jadi, yang Batam itu kita alhamdulillah, tidak ada dampaknya terhadap jaringan telekomunikasi di Telkomsel, saya nggak tahu buat yang lain," tegas Nugroho.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikannya lebih lanjut, Nugroho mengatakan kepastian itu karena kapasitas daya jaringan telekomunikasi Telkomsel masih memadai untuk beroperasi melayani para pelanggannya.

"Karena kebetulan kita punya kapasitas baterai backup-nya selama periode pemadaman itu dan ditambah lagi beberapa genset yang kita standby-kan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah (layanan Telkomsel) di Batam, semua peralatan kita aman sehingga berfungsi dengan baik," ucap Nugroho menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespons peristiwa Batam blackout yang dilaporkan menyebabkan pemadaman listrik massal, gangguan pasokan air, hingga hilangnya sinyal telekomunikasi selama berjam-jam. Kejadian tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

"Kita masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kita belum dapat menyampaikan apa pun sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," kata Meutya.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang dapat disampaikan pemerintah terkait peristiwa tersebut. Komdigi masih menunggu hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

Jadi untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apa pun. Sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L-K/L lainnya," ungkapnya.

Peristiwa Batam blackout menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai gangguan sejumlah layanan dasar secara bersamaan, mulai dari listrik dan air hingga jaringan telekomunikasi. Terputusnya layanan tersebut turut menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Pemadaman listrik massal yang melanda Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10/2026), membuat warga kelimpungan. Tak hanya gelap hingga belasan jam, pasokan air bersih ikut terganggu, sementara sinyal seluler dan internet sulit diakses.



(agt/agt)




Hide Ads