Pemadaman listrik massal yang melanda Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10/2026), membuat warga kelimpungan. Tak hanya gelap hingga belasan jam, pasokan air bersih ikut terganggu, sementara sinyal seluler dan internet sulit diakses.
Kondisi tersebut memicu keluhan warga di media sosial. Sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas, bekerja, hingga berkomunikasi karena listrik, air, dan jaringan telekomunikasi mengalami gangguan secara bersamaan.
Pemadaman dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB dan berdampak pada sebagian besar wilayah Batam. Gangguan sistem interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan juga berimbas ke Tanjungpinang dan Bintan.
Warga Batam Ramai Curhat di Medsos
Keluhan warga bermunculan di media sosial dan status WhatsApp sepanjang pemadaman. Ada yang mengeluhkan ponsel kehabisan baterai, sulit mendapatkan sinyal, hingga tidak bisa menggunakan internet untuk bekerja.
"Seharian full ga makan karena listrik padam, sinyal mati, air juga mati. Pas lagi sakit. Mana Batam panas banget😭 Susah cari makan. Listrik hidup pesan makan online, driver ga dapat2. Sekarang akhirnya bisa makan juga😭," ujar @Alexis_1_1.
"Cape banget jadi warga Batam, mati lampu dan mati air dari 6.30 pagi - 22.30. Belum lagi sinyal kabur kaburan," kata @oneaboveall_23.
"ya Allah di Batam mati listrik dari jam 06.30 wib sampai tadi jam 22.30 wib baru nyala 😷😷, mana di kerubungin asap tebel, mati air, mati listrik, internet susah connect, sinyal hilang timbul. sudahlah, paket komplit," tulis @heesunshine1009.
"baru nongol soalnya di batam dari jam 6 pagi sampa jam 11 malam mati lampu, gak cuma itu bahkan air pun mati semua daerah serentak dan sinyal juga terputus:'(( kabarnya juga setiap daerah dapat giliran cuma 6 jam hidup lampu," kata @mlkive_.
"Batam seharian mati lampu kehidupan udah kek mati total njir, sinyal mati, air mati, sampe tempat kerja disuruh pulang😭, hp gue seharian mati total ga tau info apa apa, berasa tinggal gue doang yang ada di dunia ini😭" ungkap @jjjuju24.
Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
(afr/afr)