Tagar #PrayforKalimantan kembali digaungkan di media sosial menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Kobaran api dilaporkan mendekati permukiman warga, sementara kabut asap mengancam kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan publik. Melalui tagar #PrayforKalimantan, warganet menyuarakan solidaritas dan harapan agar kebakaran segera teratasi sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman.
Situasi yang mengkhawatirkan salah satunya dilaporkan terjadi di Kalimantan Selatan. Kebakaran lahan di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, sempat mendekati kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari serta sejumlah kawasan perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa permukiman yang dilaporkan terancam antara lain Kompleks Handil Bakti Indah, Griya Permata Persada Baru 2, dan Griya Noor. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan harus berjibaku menjinakkan api agar tidak merembet ke rumah warga.
Ancaman karhutla juga dilaporkan terjadi di Kalimantan Tengah. Di Palangka Raya, kabut asap pekat sempat menyebabkan jarak pandang turun hingga sekitar 100 meter. Kualitas udara pun dilaporkan mencapai kategori berbahaya.
Asap kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Keluhan mata perih, tenggorokan sakit, hingga gangguan pernapasan menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Kebakaran di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan sepenuhnya. Meski api di permukaan terlihat padam, bara yang masih tersimpan berpotensi memicu kebakaran kembali.
#PrayforKalimantan Jadi Simbol Solidaritas
Di tengah ancaman kebakaran dan kabut asap, tagar #PrayforKalimantan menjadi simbol kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
Unggahan mengenai kondisi karhutla, foto langit yang diselimuti asap, hingga peta persebaran titik panas menjadi bagian dari percakapan mengenai bencana tersebut di media sosial.
Selain menyampaikan doa, masyarakat juga berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan secepat mungkin. Perhatian turut tertuju kepada petugas pemadam kebakaran dan relawan yang berjuang mengendalikan api di lapangan, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, BNPB, TNI, Polri, hingga tim pemadam dan relawan.
Berikut rangkumannya:
Tagar #PrayforKalimantan pun menjadi pengingat bahwa di balik kepulan asap dan titik-titik api terdapat masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan bantuan nyata.
Harapannya, kobaran api segera padam, kabut asap menghilang, dan langit Kalimantan kembali cerah.
