Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Visual AI ChatGPT Bisa Salah, Begini Cara OpenAI Jaga Akurasinya

Visual AI ChatGPT Bisa Salah, Begini Cara OpenAI Jaga Akurasinya


Adi Fida Rahman - detikInet

ChatGPT 6
Visual AI ChatGPT Bisa Salah, Begini Cara OpenAI Menjaga Akurasinya Foto: Adi FR/detikINET
Jakarta -

OpenAI menghadirkan kemampuan baru bernama Intelligent UI pada GPT-6 yang memungkinkan ChatGPT memberikan jawaban dalam bentuk grafik, diagram, simulasi, hingga berbagai elemen interaktif. Namun, kecanggihan ini juga memunculkan kekhawatiran baru: bagaimana jika informasi yang disajikan secara visual ternyata keliru?

Pasalnya, informasi yang dikemas dalam tampilan menarik dan interaktif berpotensi terlihat lebih meyakinkan bagi pengguna, meskipun belum tentu sepenuhnya akurat. Lantas bagaimana perusahaan mengantisipasi risiko Intelligent UI membuat informasi yang salah justru terlihat semakin meyakinkan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Aarush Selvan, Product Manager OpenAI, menegaskan bahwa akurasi menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan fitur tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami meluangkan waktu untuk memastikan jawaban yang dihasilkan benar-benar faktual. Kami terus memantau hal tersebut dan berupaya meningkatkannya," ujar Aarush saat media briefing yang digelar virtual, Kamis (8/10/2026).

Lebih lanjut Aarush menjelaskan bahwa proses pengujian Intelligent UI tidak hanya berfokus pada ketepatan informasi dalam bentuk teks. OpenAI juga melakukan pengujian dan validasi terhadap konten yang ditampilkan melalui antarmuka interaktif.

Hal ini menjadi penting karena Intelligent UI memungkinkan ChatGPT menentukan sendiri bagaimana sebuah informasi disajikan kepada pengguna.

Aarush Selvan, Product Manager OpenAIAarush Selvan, Product Manager OpenAI Foto: OpenAI

"Dengan Intelligent UI, kami memastikan bahwa pengujian dan validasi tidak hanya dilakukan terhadap teks, tetapi juga konten yang ditampilkan dalam antarmuka," jelasnya.

Aarush mencontohkan grafik yang dihasilkan ChatGPT. OpenAI berupaya memastikan visualisasi tersebut tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga relevan dengan pertanyaan dan akurat dalam menyampaikan informasi.

"Misalnya, jika kami menampilkan grafik, kami ingin memastikan bahwa grafik tersebut relevan dan akurat," tambahnya.

Dalam demonstrasi yang diperlihatkan, ChatGPT mampu membuat simulasi interaktif untuk menjelaskan aturan offside sepakbola. Pengguna dapat mempelajari posisi pemain dan memahami kapan terjadi offside.

Contoh lainnya adalah diagram interaktif yang menjelaskan bagaimana sayap pesawat menghasilkan gaya angkat. Pengguna bisa mengubah sudut serang sayap untuk melihat pengaruhnya terhadap gaya angkat yang dihasilkan.

Berbeda dengan jawaban teks biasa, Intelligent UI memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan materi yang disajikan. Karena itu, ketepatan informasi menjadi aspek penting agar visualisasi tersebut tidak menimbulkan pemahaman yang keliru.

ChatGPT 6Visual AI ChatGPT 6 Foto: Adi FR/detikINET

OpenAI Akui Akurasi AI Masih Terus Dikembangkan

Meski telah melakukan pengujian dan validasi, OpenAI tidak mengklaim bahwa seluruh informasi yang dihasilkan Intelligent UI sudah bebas dari kesalahan.

Aarush mengakui bahwa meningkatkan kemampuan model AI dalam menghasilkan informasi faktual masih menjadi tantangan penelitian yang terus dikerjakan.

"Membuat model menjadi lebih faktual merupakan upaya penelitian yang terus berlangsung," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa OpenAI tetap berfokus meningkatkan kualitas jawaban, termasuk ketika informasi disajikan melalui elemen visual dan interaktif.

"Bahkan dengan Intelligent UI, kami sangat berfokus untuk memastikan semua yang Anda dapatkan dalam sebuah jawaban seakurat dan sebermanfaat mungkin," lanjut Aarush.

Dalam sesi tersebut, OpenAI tidak merinci metode teknis yang digunakan untuk memvalidasi grafik maupun simulasi interaktif. Perusahaan juga belum memaparkan angka tingkat kesalahan Intelligent UI dibandingkan jawaban berbasis teks.

Dengan kemampuan ChatGPT yang kini semakin visual, pengguna tetap perlu bersikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan AI, terutama untuk data, grafik, atau penjelasan yang membutuhkan ketepatan tinggi.

Intelligent UI sendiri merupakan salah satu fitur unggulan GPT-6 yang mulai diluncurkan pada 8 Oktober 2026. Melalui kemampuan ini, OpenAI ingin menghadirkan pengalaman menggunakan ChatGPT yang lebih intuitif, tanpa harus selalu mengandalkan percakapan berbasis teks.



(afr/fay)






Hide Ads