Daftar Isi
Spotify bersiap menghadirkan layanan audiobook atau buku audio ke Indonesia. Platform streaming musik dan podcast ini mengumumkan ekspansi besar-besaran layanan audiobook ke lebih dari 180 negara dan wilayah hingga akhir 2026, termasuk Indonesia.
Langkah ini menjadi perluasan terbesar layanan audiobook Spotify sejak pertama kali diperkenalkan. Sebelumnya, fitur tersebut hanya tersedia di 22 pasar, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan sejumlah negara Eropa.
Melalui ekspansi ini, Spotify ingin memberikan lebih banyak pilihan hiburan kepada pengguna. Mereka nantinya tidak hanya bisa mendengarkan musik dan podcast, tetapi juga menikmati buku dalam format audio langsung dari aplikasi yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman tersebut disampaikan Spotify pada Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan rangkaian kegiatan Frankfurt Book Fair di Jerman.
Spotify mengungkapkan katalog audiobook yang disiapkan untuk ekspansi global mencakup lebih dari 350.000 judul dalam lebih dari 120 bahasa.
Koleksinya mencakup berbagai genre, mulai dari novel, misteri, thriller, fantasi, pengembangan diri, bisnis, hingga buku nonfiksi.
Dengan format audiobook, pengguna dapat menikmati isi buku tanpa harus membaca teks di layar. Misalnya, saat bepergian, berolahraga, atau melakukan aktivitas rumah tangga.
Spotify juga melihat perluasan layanan ini sebagai peluang bagi penerbit dan penulis untuk menjangkau pendengar baru di berbagai negara.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang secara khusus tercantum dalam daftar ekspansi Spotify. Hal ini membuka peluang bagi industri penerbitan lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih menyukai konten audio.
Meski demikian, Spotify belum merinci berapa banyak judul berbahasa Indonesia yang akan tersedia saat layanan tersebut diluncurkan.
Spotify Audiobooks Foto: via TechCrunch |
Apakah Audiobook Spotify Gratis?
Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah audiobook Spotify bisa didengarkan secara gratis oleh pelanggan Premium.
Di sejumlah negara yang sudah mendapatkan layanan ini, Spotify menerapkan skema akses audiobook melalui paket langganan tertentu, termasuk alokasi waktu mendengarkan setiap bulan. Pengguna juga dapat memperoleh akses tambahan melalui mekanisme pembelian atau paket khusus, bergantung pada pasar.
Namun, Spotify belum mengumumkan harga, kuota mendengarkan, maupun skema langganan audiobook khusus Indonesia. Artinya, belum dapat dipastikan apakah pelanggan Spotify Premium di Tanah Air akan langsung mendapatkan akses audiobook tanpa biaya tambahan.
Spotify juga belum memberikan tanggal peluncuran spesifik untuk Indonesia. Perusahaan baru memastikan perluasan layanan ke lebih dari 180 pasar akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
Kehadiran audiobook berpotensi membuat persaingan layanan konten digital semakin menarik. Spotify kini tidak hanya bersaing dalam streaming musik dan podcast, tetapi juga mulai memperluas jangkauan ke industri buku digital.
Bagi pengguna Indonesia, ekspansi tersebut dapat menghadirkan cara baru menikmati buku favorit, cukup dengan mendengarkannya melalui HP.


