×
Ad

Terekam Google Earth: Skala Kehancuran Gaza yang Mengguncang Nalar

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 30 Sep 2026 11:15 WIB
Gaza yang hancur. Foto: Google Earth
Jakarta -

Google Earth memperbarui citranya untuk menunjukkan betapa mengerikannya skala kehancuran di seluruh Gaza yang menjadi puing-puing.

Aksi militer Israel di Gaza menyebabkan kerusakan dan kehancuran pada sebagian besar perumahan, rumah sakit, sekolah, dan bangunan di seluruh wilayah seluas 365 km persegi tersebut, yang dianggap sebagai salah satu daerah terpadat di dunia.

Pemerintahan Benjamin Netanyahu tidak mengizinkan jurnalis asing, penyelidik independen, ataupun beberapa kelompok HAM untuk memasuki Gaza. Jurnalis The Independent, Bel Trew, terbang di atas wilayah yang dikoyak perang itu tahun lalu dan mencatat puing-puing hangus dari kota-kota yang dulunya ramai, menyisakan Gaza dalam kondisi menjadi abu dan reruntuhan.

"Seolah-olah ada raksasa yang mengoyak apa pun yang pernah hidup di sini: gigi-gigi mengerikan telah merobek kepingan-kepingan dari segelintir bangunan yang masih berdiri goyah di atas tanah. Semua hal lainnya tampak seperti terinjak-injak di bawah kaki," ungkapnya.

"Citra satelit Google terbaru mengenai Gaza sungguh mencengangkan, untuk dilihat semua orang," sebut Barry Andrews, Anggota Parlemen Eropa untuk daerah pemilihan Dublin.

Sebelum dibom Israel. Foto: Google Earth
Kehancuran Gaza sesudah dibom Israel. Foto: Google Earth

Awal bulan ini, PBB menyerukan agar penyelidik internasional diberikan akses ke seluruh wilayah Gaza guna membantu mengumpulkan bukti dan mendokumentasikan dugaan pelanggaran, seiring dengan sisa-sisa jasad manusia yang terus ditemukan dari balik puing-puing.

Dikutip detikINET dari Independent, citra satelit sebelumnya telah mendokumentasikan skala kehancuran tersebut, tapi citra-citra baru ini menunjukkan rekam jejak paling mutakhir dari kerusakan yang ditimbulkan di seluruh kawasan itu.

Sebelum dibom Israel. Foto: Google Earth
Kehancuran Gaza sesudah dibom Israel. Foto: Google Earth

Laporan PBB yang dirilis pekan lalu menyimpulkan Gaza sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. Laporan itu menyebutkan bahwa 90 persen warga Palestina usia kerja kini menganggur dan PDB tahunan per kapita telah anjlok menjadi USD 212 (USD 0,58 per hari).

Hanya 1,5 persen lahan subur yang kini dapat diakses oleh warga Palestina, dengan aktivitas pertanian dan industri merosot tajam hingga 94 persen.

Awal tahun ini, Palang Merah mengatakan bahwa hanya ada satu ekskavator yang berfungsi penuh untuk membantu membersihkan puing-puing di seluruh wilayah tersebut. Ribuan orang diperkirakan terkubur di bawahnya.

Sebelum dibom Israel. Foto: Google Earth
Kehancuran Gaza sesudah dibom Israel. Foto: Google Earth

Tim bukti forensik Gaza mengatakan kurangnya pengujian DNA menyebabkan ratusan jenazah tidak teridentifikasi. Sedikitnya 1.129 jenazah berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan namun dibiarkan tanpa nama.

Diperkirakan terdapat 60 juta ton puing-puing yang tersebar di seluruh Gaza sebagai akibat dari pengeboman Israel di seluruh wilayah tersebut.

Para ahli mengatakan membersihkan puing-puing itu bisa memakan waktu puluhan tahun, tapi dapat diselesaikan sekitar tujuh tahun jika sumber daya yang tepat dikerahkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 90 persen rumah sakit rusak atau hancur. Sekitar 82 persen dari seluruh bangunan dan lebih dari 90 persen unit perumahan rusak atau hancur, menurut Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOSAT).

Sementara itu, hampir seluruh penduduk kini tidak memiliki tempat tinggal, beberapa di antaranya bertahan hidup di sisa bangunan yang runtuh.

Sedikitnya 21 orang tewas awal bulan ini ketika sebuah bangunan runtuh menimpa keluarga-keluarga Palestina yang berlindung di sana. Delapan anak juga tewas dalam insiden bangunan runtuh tersebut.



Simak Video "Video: Israel Rudal Mobil Polisi Gaza, 4 Tewas Termasuk Balita"

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork