Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota, Malah Jadi 'Influencer'

Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota, Malah Jadi 'Influencer'


Adi Fida Rahman - detikInet

Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota
Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota, Malah Jadi 'Influencer' Foto: μ†ν˜•μ£Ό/Yonhap News
Jakarta -

Seekor hiu sepanjang 3,5 meter nyasar ke kanal di tengah kota Busan, Korea Selatan. Bukannya cepat kembali ke laut, keberadaan hiu tersebut malah mencuri perhatian warga hingga mendapat julukan "shafluencer", gabungan kata shark dan influencer.

Hiu berjenis bronze whaler (Carcharhinus brachyurus) tersebut diberi nama Bukang-i oleh warga setempat. Namanya diambil dari Busan dan kata Korea untuk hiu, sangeo.

Dilansir The Guardian, Bukang-i diketahui berada di kanal sejak 18 September 2026. Kehadiran predator laut berukuran besar di kawasan perkotaan langsung menjadi pemandangan tak biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Foto dan video Bukang-i kemudian menyebar lewat dunia maya. Imbasnya warga pun berdatangan ke sekitar kanal dengan harapan bisa melihat hiu tersebut berenang dari dekat.

Popularitas mendadak inilah yang membuat Bukang-i mendapat julukan "shafluencer". Ia bahkan menjadi semacam selebriti lokal selama terjebak di kanal.

The Guardian melaporkan jumlah kunjungan ke kawasan tersebut melonjak selama Bukang-i berada di sana. Namun angka pasti pengunjung belum dapat diverifikasi secara independen melalui data resmi pemerintah setempat.

Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal KotaHiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota Foto: Yonhap

Kok Bisa Hiu Masuk Kanal Kota?

Bronze whaler atau dikenal juga sebagai copper shark merupakan hiu yang dapat ditemukan di kawasan pesisir dan perairan dangkal.

Karakteristik tersebut memungkinkan hiu berenang mendekati daratan dan memasuki jalur perairan yang masih terhubung dengan laut. Bukang-i diduga mengikuti jalur tersebut hingga akhirnya masuk semakin jauh ke kanal.

Masalah muncul ketika hiu sepanjang 3,5 meter itu kesulitan menemukan jalan kembali menuju laut.

Petugas telah berupaya mengarahkan Bukang-i keluar dari kanal. Perahu digunakan untuk mencoba menggiring hiu mengikuti jalur menuju laut.

Namun upaya tersebut tidak mudah. Bukang-i dilaporkan beberapa kali berbalik arah dan kembali berenang masuk ke kanal.

Ukuran tubuhnya yang besar juga membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan hati-hati. Petugas harus menjaga keselamatan hewan sekaligus masyarakat yang berkumpul di sekitar lokasi.

Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal KotaWarga Ramai melihat Hiu 3,5 Meter Nyasar ke Kanal Kota Foto: Yonhap

Warga Diminta Tak Ganggu Bukang-i

Popularitas Bukang-i membawa persoalan lain. Semakin banyak orang ingin menyaksikan sang "shafluencer", semakin besar pula risiko hiu terganggu.

Masyarakat diminta tidak mendekati, menyentuh ataupun mencoba memberikan makanan kepada Bukang-i.

Meski bronze whaler tidak secara khusus memburu manusia sebagai mangsa, hiu tetap merupakan hewan liar berukuran besar yang dapat membahayakan manusia ketika merasa terancam atau terpojok.

Karena itu, tujuan utama petugas bukan menjadikan Bukang-i sebagai atraksi wisata, melainkan membantunya menemukan jalan keluar dari kanal dan kembali ke habitatnya di laut.

Sampai proses tersebut selesai, Bukang-i telanjur mendapatkan status yang tidak biasa untuk seekor hiu yang tersesat: menjadi "influencer" dadakan di tengah kota Busan.



(afr/afr)




Hide Ads