Founder Microsoft Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) cukup berkuasa untuk membunuh miliaran manusia. Kekhawatirannya muncul dan sejalan dengan apa yang sedang diperdebatkan ilmuwan banyak tentang risiko kehadiran AI.
"AI tentu saja cukup kuat untuk memicu peristiwa yang, Anda tahu, menyebabkan kematian satu miliar orang," ujar Gates dalam cuplikan wawancara dengan program Meet the Press dari NBC.
"Belum pernah ada senjata yang sedahsyat kombinasi antara orang-orang berniat jahat dan perangkat AI terkini," imbuhnya, dikutip detikINET dari Bloomberg Businessweek, Selasa (29/9/2026).
Silicon Valley telah meningkatkan peringatan mengenai potensi bahaya katastropik akibat AI seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Jacob Coxon, seorang karyawan di Anthropic PBC, mengundurkan diri awal bulan ini dan menuduh kedua mantan perusahaan tempatnya bekerja (Anthropic dan OpenAI) diklaim telah mempertaruhkan nyawa manusia dengan 'berlomba menciptakan AI super-cerdas'.
Seorang karyawan Anthropic lainnya menyatakan dia percaya terdapat peluang lebih dari 10% bagi AI untuk memusnahkan seluruh umat manusia dalam satu dekade mendatang.
Pernyataan-pernyataan tersebut telah menarik perhatian publik luas terhadap diskusi yang sudah lama berlangsung. Hal ini memicu perdebatan di bidang ini, serta mendorong desakan agar industri melakukan upaya lebih besar untuk mengamankan teknologinya.
CEO Anthropic, Dario Amodei, telah menyerukan perlambatan pengembangan AI. Ini sebuah usulan yang dengan cepat didukung oleh rekan-rekan sejawatnya, seperti CEO OpenAI Sam Altman dan Bos XAi Elon Musk.
Dalam wawancara tersebut, Gates menyatakan bahwa regulasi mandiri saja tidaklah cukup.
"Kita membutuhkan penegak hukum serta politisi untuk terlibat dalam pembahasan mengenai bentuk pengamanan juga pengawasan yang diperlukan, dan hal itu harus menjadi suatu keharusan," tegasnya.
Sebelumnya, dalam sebuah esai yang diterbitkan pada bulan Agustus, Gates berpendapat bahwa pihak-pihak yang berniat jahat dapat memanfaatkan perangkat AI yang semakin canggih untuk melancarkan serangan siber, penipuan, penyebaran disinformasi, serta berbagai bentuk tindakan berbahaya berskala besar. Mereka dapat menyasar banyak hal seperti rumah sakit, lembaga keuangan, jaringan listrik, hingga sistem pemerintahan.
Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"
(ask/afr)