Salah satu matematikawan terkemuka dunia menyerukan perlambatan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Terence Tao namanya, menyatakan bahwa laju perkembangannya yang sangat cepat saat ini adalah tindakan yang tidak masuk akal. Dia juga menyeru tidak ada alasan untuk bergerak secepat ini.
Tao adalah profesor matematika kelahiran Australia dari University of California, Los Angeles (UCLA). Dia bergabung dengan 24 sesama penerima Fields Medal awal bulan ini dalam pernyataan bersama yang menyuarakan peringatan, menyusul serangkaian terobosan matematika yang menjadi sorotan publik yang dicapai model-model AI mutakhir beberapa bulan terakhir.
Fields Medal merupakan penghargaan yang diberikan kepada peneliti matematika muda yang berprestasi luar biasa.
"Sungguh mencengangkan betapa besarnya kesediaan kita untuk mengubah segalanya tanpa memiliki gambaran sedikit pun mengenai apa yang akan terjadi setelahnya," ujar Tao dalam acara The Science x AI Summit di California Institute of Technology (Caltech).
Seperti detikINET kutip dari News Australia, Rabu (23/9/2026), Tao menyebutkan bahwa salah satu masalah dari wawasan matematika yang dihasilkan AI adalah polusi data.
"Salah satu konsekuensi dari percepatan ini adalah penurunan kualitas rata-rata dari hasil yang diperoleh," ujarnya.
"Dalam jangka panjang, itu adalah masalah besar. Polusi data adalah hal yang sebelumnya tidak pernah menjadi masalah bagi kita, namun kini tiba-tiba menjadi kenyataan. AI saat ini mampu mengembangkan teori berkualitas tinggi yang telah dikurasi selama berabad-abad... dan melakukan hal-hal yang menakjubkan," lanjutnya.
Namun, tidak jelas apakah proses ini bisa terus berlanjut secara efektif, menurut Tao. Tao mengatakan jika kita memasukkan semua materi hasil buatan AI ini ke dalam generasi AI berikutnya, tidak ada yang tahu apakah hasilnya akan tetap bagus atau justru mengalami kemunduran kualitas.
"Sungguh mencengangkan betapa kita begitu bersedia mengubah segalanya tanpa memiliki gambaran sedikit pun tentang apa yang akan terjadi setelahnya," katanya.
Tao menuturkan ini adalah dinamika yang sangat non-linear. Pola pikir monoton yang bersifat satu dimensi, seperti anggapan 'sedikit hal ini bagus, jadi jika jumlahnya diperbanyak maka hasilnya akan jauh lebih baik', sering kali keliru.
"Salah satu pelajaran dari matematika adalah bahwa sebagian besar sistem tidak bekerja seperti itu, terutama jika kita melipatgandakan skalanya hingga sepuluh atau seratus kali lipat. Jadi, kita harus melambat. Temponya gila-gilaan, dan tidak ada alasan untuk melaju secepat ini. Sama sekali tidak ada alasannya," tegasnya.
Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"
(ask/ask)