×
Ad

Intip Survei Line soal Kesiapan Bencana, Apa Pelajarannya bagi Indonesia?

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 15 Sep 2026 20:16 WIB
Ilustrasi bencana alam. Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN
Jakarta -

Line Indonesia membagikan hasil survei terbaru LY Corporation terkait kesadaran kesipasiagaan bencana penduduk Jepang, Taiwan, dan Thailand. Terungkap bahwa lebih dari 70% responden di ketiga negara tersebut menilai kesiapsiagaan mereka belum memadai.

Perlu dicatat, Indonesia tidak termasuk dalam negara yang disurvei. Karena itu, hasil penelitian ini tidak dapat dianggap menggambarkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia secara langsung.

Namun begitu temuan ini relevan menjadi perhatian Indonesia yang juga menghadapi beragam risiko bencana alam. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Mayoritas Responden Merasa Belum Siap

Survei Kesadaran Kesiapsiagaan Bencana tersebut dilakukan LY Corporation, perusahaan induk LINE, pada 4-6 Agustus 2026. Survei melibatkan 1.260 pengguna internet berusia 18-69 tahun, masing-masing 420 responden dari Jepang, Taiwan, dan Thailand.

Bencana alam paling mengkhawatirkan. Foto: Line Indonesia

Jenis bencana yang paling dikhawatirkan berbeda di setiap negara. Gempa bumi menjadi kekhawatiran terbesar di Jepang dengan 88,8% responden dan Taiwan sebesar 85,2%.

Di Thailand, banjir menduduki posisi pertama dengan 76,7%. Gempa bumi berada di urutan kedua dengan 70,2%, disusul kekeringan atau kekurangan air sebesar 54,3%.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi geografis dan pengalaman menghadapi bencana memengaruhi kekhawatiran masyarakat di setiap negara.

Tingkat kesiapan menghadapi bencana Foto: Line Indonesia

Sebanyak 45,5% responden Jepang mengatakan merasa perlu melakukan persiapan, tetapi belum mengambil tindakan. Persentasenya mencapai 41,9% di Taiwan dan 30,5% di Thailand.

Responden yang mengaku telah melakukan persiapan tetapi merasa belum cukup mencapai 42,6% di Jepang, 39% di Taiwan, dan 44,5% di Thailand. Jika kedua kelompok itu digabungkan, tingkat kesiapsiagaan yang dinilai belum memadai mencapai 88,1% di Jepang, 80,9% di Taiwan, dan 75% di Thailand. Sementara itu, hanya 5,5% responden Jepang yang merasa sudah sepenuhnya siap. Angkanya mencapai 6% di Taiwan dan 16% di Thailand.

Alasan melakukan persiapan Foto: Line Indonesia

Berita Memicu Persiapan, Hoaks Bencana Jadi Ancaman

Menyimpan air, makanan, dan kebutuhan sehari-hari menjadi persiapan yang paling banyak dilakukan responden di Jepang dan Taiwan. Persentasenya masing-masing mencapai 72,8% dan 72,5%. Responden Thailand lebih mengutamakan pencarian informasi terbaru mengenai bencana dengan persentase 74,4%.

Survei juga menemukan pemberitaan mengenai bencana menjadi pendorong utama masyarakat melakukan persiapan. Faktor ini dipilih oleh 53,5% responden Jepang, 63% responden Taiwan, dan 68,9% responden Thailand.

Namun besarnya peran informasi diikuti risiko penyebaran hoaks. Sebanyak 42,6% responden Jepang mengaku pernah menemukan informasi palsu atau menyesatkan terkait bencana.

Survei Line Foto: Line Indonesia

Paparan informasi keliru lebih tinggi di Taiwan sebesar 55% dan Thailand mencapai 66,7%. Hoaks yang paling sering ditemukan berkaitan dengan dampak atau kerusakan akibat bencana.

Angkanya mencapai 64,2% di Jepang, 64,1% di Taiwan, dan 62,9% di Thailand. Temuan ini menunjukkan informasi yang cepat saja belum cukup, sumber dan kebenarannya juga harus diperiksa.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork