×
Ad

Diancam Tetris, Gedung Putih Hapus Game Kontroversial Rasis

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 10 Sep 2026 10:00 WIB
Diancam Tetris, Gedung Putih Hapus Game Kontroversial Rasis Foto: Screenshot/detikINET
Jakarta -

Pekan lalu Gedung Putih meluncurkan website baru berisi lima game arcade untuk mempromosikan kebijakan pemerintahan Donald Trump. Kini salah satu game di website tersebut dihapus karena ancaman tindakan hukum.

Game yang dimaksud adalah 'Build the Wall' dengan gameplay mirip seperti game legendaris Tetris. Bedanya, game Build The Wall mengajak gamer membangun dinding setinggi mungkin untuk melindungi perbatasan AS-Meksiko dari gerombolan 'zombie'.

Game Build the Wall dianggap rasis karena menyuarakan pesan anti-imigran. Hanya sehari setelah game itu dirilis, tim di balik game Tetris mengeluarkan pernyataan resmi yang isinya menjauhkan diri dari game tersebut mengisyaratkan kemungkinan mengambil tindakan hukum.

"Di Tetris, kami percaya pada kekuatan koneksi dan menyatukan semua orang, bukan memecah belah mereka," tulis The Tetris Company dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial, seperti dikutip dari Mashable, Rabu (9/9/2026).

"P.S. The Tetris Company tidak terlibat dalam pembuatan 'Build the Wall'. P.P.S. Kami menanggapi pelanggaran hak cipta dengan sangat serius," sambungnya.

Dalam tanggapan lebih lanjut kepada Engadget, The Tetris Company belum memutuskan untuk mengambil tindakan hukum, tapi mereka mengaku sedang meninjau masalah tersebut untuk menentukan respons yang diperlukan.

Build the Wall hanya satu dari lima game yang diluncurkan Gedung Putih pada 3 September kemarin. SGame lainnya yang ada di website ini juga meniru game populer seperti 'Flappy Bill' yang meniru Flappy Bird dan 'Rio Run' yang memiliki gameplay seperti Snake.

Video yang diunggah Gedung Putih untuk mempromosikan website ini di media sosial juga menampilkan parodi logo dan start-up konsol game klasik buatan Sega, Nintendo, dan Sony.

Namun, hanya The Tetris Company yang menanggapi aksi Gedung Putih. Tidak diketahui apakah The Tetris Company secara resmi mengambil tindakan hukum, tapi gertakan itu tampaknya cukup membuat pemerintahan Trump khawatir sehingga game itu dihapus.

The Tetris Company memiliki sejarah panjang dalam melindungi kekayaan intelektualnya. Mereka pernah beberapa kali meminta penghapusan konten dan mengajukan proses hukum terhadap game yang meniru gameplay atau gaya permainannya.



Simak Video "Video Gedung Putih Tuding Demokrat Jadi Dalang Kerusuhan di Minneapolis"

(vmp/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork