Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?

AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital?


Agus Tri Haryanto - detikInet

Indosat Ooredoo Hutchison gaet Google perkuat kerja sama strategis soal teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ilustrasi AI. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
Jakarta -

Kecerdasan buatan (AI) semakin memudahkan proses produksi video. Hanya dengan perintah teks, kreator kini dapat mengubah ide menjadi visual bergerak tanpa harus menguasai teknik editing secara mendalam.

Namun, kemudahan tersebut justru menghadirkan tantangan baru: ketika produksi visual semakin mudah, kemampuan membuat cerita yang menarik menjadi semakin penting.

Hal itu yang coba diuji lewat WonderClip AI Hackathon: Wonderful Indonesia. Kompetisi ini mengajak kreator Indonesia memanfaatkan AI untuk mengemas berbagai cerita tentang Indonesia dalam video berdurasi 60 hingga 180 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bukan sekadar menilai seberapa bagus peserta menggunakan AI, kompetisi ini juga menempatkan kemampuan bercerita sebagai salah satu aspek utama penilaian. Karya akan dinilai dari struktur video, relevansi dengan tren, kualitas storytelling*, kekuatan kesimpulan, orisinalitas kreativitas, serta relevansinya dengan budaya Indonesia.

Peserta dapat memilih cerita yang ingin diangkat, mulai dari tradisi dan ritual, kuliner, tari, musik, kerajinan, alam hingga kehidupan Indonesia modern. Dengan begitu, AI ditempatkan sebagai alat untuk membantu produksi, sementara kreator tetap menentukan sudut pandang dan cerita yang ingin disampaikan.

Platform yang digunakan dalam kompetisi ini, WonderClip AI dari Alibaba, memiliki kemampuan text-to-video dan image-to-world yang memungkinkan pengguna mengubah ide menjadi visual bergerak. Peserta juga tidak diwajibkan memiliki pengalaman editing video.

Setiap peserta yang terpilih akan mendapatkan 5.000 kredit WonderClip AI untuk membuat satu karya. Mereka memiliki waktu tujuh hari, mulai 25 hingga 31 Agustus 2026, untuk menyelesaikan video.

"Dengan beragam fitur AI yang ditawarkan serta dukungan kapabilitas komputasi awan, WonderClip AI memberikan kesempatan bagi kreator lokal untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi konten, sekaligus memiliki daya saing untuk menghasilkan karya yang dapat menjangkau audiens global," kata Rinaldo dari Melocin Studio dikutip dari keterangan tertulis.

Kompetisi ini menyediakan 150 slot peserta dan dibuka untuk kreator Indonesia secara individu. Pendaftaran berlangsung pada 21-24 Agustus 2026 dengan sistem first-come, first-served. Kreator konten juga mendapat prioritas pertimbangan dalam proses seleksi.

Setelah terpilih, peserta harus membuat satu video dengan durasi minimal 60 detik dan maksimal 180 detik. Video dioptimalkan untuk media sosial dan wajib dipublikasikan secara terbuka di Instagram sebelum batas akhir pengumpulan, yakni 31 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB.

Peserta juga diwajibkan mencantumkan lima hashtag dalam unggahan, yaitu #MelocinStudio, #Indonet, #WonderclipAI, #AlibabaCloud, dan #MelocinxWonderclip.

Bahasa yang digunakan dalam video tidak dibatasi. Kreator dapat menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris maupun bahasa daerah. Penggunaan subtitle dianjurkan untuk memperluas akses penonton.

Karya yang dibuat juga harus menggunakan aset original atau bebas royalti. Konten yang mempromosikan SARA maupun pesan politik tidak diperbolehkan.

Tiga karya terbaik akan mendapatkan hadiah. Juara pertama memperoleh MacBook Neo, juara kedua mendapatkan*Garmin Forerunner 165, sedangkan juara ketiga membawa pulang JBL Flip 7. Karya terbaik juga berpeluang ditampilkan melalui kanal penyelenggara dan mitra.

WonderClip AI Hackathon diselenggarakan Alibaba Cloud dengan dukungan Melocin Studio sebagai produser short drama dan kreator konten digital di Indonesia serta Indonet sebagai partner resmi Alibaba Cloud di Indonesia.



(agt/agt)




Hide Ads