×
Ad

Mantan Petinggi Meta Serang Mark Zuckerberg soal Keselamatan Anak

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 20 Agu 2026 09:45 WIB
Mantan Petinggi Meta Serang Mark Zuckerberg soal Keselamatan Anak Foto: REUTERS/Mike Blake
Jakarta -

Mantan petinggi Meta Arturo Bejar melontarkan kritik keras terhadap Mark Zuckerberg di pengadilan. Ia menuding CEO Meta tersebut membangun budaya perusahaan yang lebih mengutamakan pertumbuhan dan engagement ketimbang keselamatan anak di Facebook dan Instagram.

Bejar menyampaikan tudingan itu dalam kesaksiannya pada persidangan yang melibatkan Meta dan 29 negara bagian Amerika Serikat. Pernyataan Bejar merupakan kesaksian yang masih diuji di pengadilan, sementara Meta membantah tuduhan dalam perkara tersebut.

Bejar merupakan mantan Director of Engineering Facebook. Ia bekerja di perusahaan tersebut pada 2009 hingga 2015, kemudian kembali sebagai konsultan Instagram pada 2019 hingga 2021.

Dalam kesaksiannya, Bejar menggambarkan Zuckerberg sebagai sosok yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap keputusan desain dan produk di Meta. Menurutnya, masalah keselamatan pengguna muda sebenarnya bisa ditangani jauh lebih cepat apabila Zuckerberg menjadikannya prioritas.

"Jika Mark memutuskan sesuatu adalah prioritas, itu akan selesai dengan sangat cepat," kata Bejar dalam kesaksiannya, seperti dilaporkan Reuters.

Bejar menilai budaya perusahaan lebih banyak berfokus pada pertumbuhan dan engagement. Ia juga mengaku pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai pengalaman dan keselamatan pengguna muda kepada Zuckerberg serta jajaran eksekutif Meta.

Arturo Bejar Foto: via Tech Policy

Meta Disebut Bisa Deteksi Anak di Bawah 13 Tahun

Salah satu poin penting dalam kesaksian Bejar menyangkut anak-anak yang menggunakan layanan Meta meski belum memenuhi batas usia.

Bejar menuding Meta memiliki teknologi yang dapat mengidentifikasi kemungkinan jutaan pengguna berusia di bawah 13 tahun. Namun, menurutnya, perusahaan tidak bertindak cukup agresif untuk menangani akun-akun tersebut.

Tudingan ini menjadi relevan karena kebijakan Meta menetapkan usia minimum untuk menggunakan Facebook dan Instagram adalah 13 tahun.

Bejar berpendapat kemampuan teknologi tersebut seharusnya dapat digunakan lebih agresif untuk melindungi pengguna yang belum cukup umur.

Kesaksiannya menjadi bagian dari perkara yang lebih besar mengenai dampak desain media sosial terhadap anak dan remaja. Para penggugat menuduh Meta menggunakan berbagai fitur yang dirancang untuk membuat pengguna muda terus kembali menggunakan Facebook dan Instagram.

Meta membantah tuduhan tersebut.

Perusahaan menyatakan telah mengembangkan berbagai perlindungan bagi pengguna remaja selama bertahun-tahun. Meta juga menilai gugatan yang dihadapinya tidak memberikan gambaran lengkap mengenai upaya perusahaan meningkatkan keselamatan anak dan remaja.

Suasana Kantor Pusat Meta di Palo Alto, Amerika Foto: Fitraya Ramadhanny/detikcom

Zuckerberg Bisa Bersaksi

Persidangan diperkirakan berlangsung sekitar enam minggu. Mark Zuckerberg dan bos Instagram Adam Mosseri termasuk eksekutif yang berpotensi memberikan kesaksian selama persidangan.

Perkara tersebut dapat menjadi salah satu ujian hukum terbesar terhadap cara perusahaan media sosial merancang platform untuk pengguna muda.

Pada akhirnya, pengadilan akan menentukan apakah Meta bertanggung jawab atas tuduhan yang diajukan dan langkah apa yang harus dilakukan perusahaan apabila dinyatakan bertanggung jawab.

Karena itu, kesaksian Bejar belum dapat dianggap sebagai fakta hukum yang telah terbukti. Pernyataannya merupakan tuduhan dari mantan orang dalam Meta yang masih akan diuji bersama bukti, kesaksian lain, dan pembelaan perusahaan selama persidangan.

Namun kesaksian Bejar menempatkan perhatian langsung pada Zuckerberg. Persoalannya bukan lagi sekadar apakah Facebook dan Instagram memiliki risiko bagi anak, tetapi juga seberapa jauh jajaran tertinggi Meta mengetahui persoalan tersebut dan bagaimana mereka meresponsnya, demikian dilansir dari Reuters.



Simak Video "Video: Instagram, Facebook, sampai WhatsApp Nggak Full Gratis Lagi?"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork