Pendaftaran DPD RI Awards 2026 resmi ditutup pada 21 Agustus pukul 23.59 WIB. Ini jadi kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk mengusulkan sosok pengembang teknologi kesehatan yang selama ini bekerja dari daerah.
Inovasi kesehatan tak selalu lahir dari laboratorium besar di kota. Banyak alat kesehatan, terapi, hingga temuan klinis justru datang dari peneliti dan tenaga medis yang berkarya di tengah keterbatasan fasilitas daerah.
Mereka bekerja dengan sumber daya seadanya, jauh dari sorotan media nasional. Padahal, temuan-temuan tersebut kerap memberi dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, dedikasi mereka bisa mendapat pengakuan nasional lewat DPD RI Awards 2026. "Melalui DPD RI Awards 2026, DPD RI berharap semakin banyak sosok yang telah bekerja dan berkarya bagi masyarakat mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tulis DPD dalam keterangan resminya.
Dari empat kategori yang dibuka pada DPD RI Awards 2026, kategori Inovator Teknologi Kesehatan menjadi yang paling relevan bagi para pengembang teknologi kesehatan daerah. Kategori ini menyasar individu, profesional, atau akademisi yang menghasilkan inovasi lewat riset klinis maupun laboratorium.
"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD.
Cakupannya luas. Peneliti yang mengembangkan alat kesehatan berbiaya rendah, akademisi kampus daerah yang meneliti terapi baru, atau tenaga medis yang menciptakan solusi teknologi untuk fasilitas kesehatan terbatas, semuanya berpeluang diusulkan.
Selain kategori kesehatan, DPD RI Awards 2026 juga membuka tiga kategori lain. Ketiganya meliputi Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Penggerak Desa Mandiri Pangan, dan Pelestari Budaya Daerah, ditambah Special Recognition Awards bagi tokoh dengan kontribusi konsisten bagi daerahnya.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan, ajang ini digagas untuk memberi ruang penghormatan bagi figur-figur inspiratif dari berbagai daerah. Ia menyebut banyak dari mereka yang selama ini bekerja nyata namun tak banyak disorot media nasional.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam DPD Awards tahun 2025 lalu.
Ia menilai masih banyak tokoh masyarakat yang menjadi penggerak perubahan dan kemajuan daerah di berbagai sektor strategis, tetapi belum memperoleh apresiasi yang memadai.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Waktu untuk mengusulkan nama semakin sempit. Jangan sampai sosok pengembang teknologi kesehatan di sekitarmu terlewat begitu saja.
Pendaftaran DPD RI Awards 2026 resmi ditutup hari ini, Jumat (21/8/2026) pukul 23.59 WIB. Usulkan sosok pengembang teknologi kesehatan daerah melalui awards.dpd.go.id/nominasi.