×
Ad

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 08 Agu 2026 11:45 WIB
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja Foto: REUTERS/PETER DASILVA
Jakarta -

Meta mendapat pukulan telak di Amerika Serikat. Pengadilan New Mexico memerintahkan induk Facebook dan Instagram itu membayar USD 567 juta atau sekitar Rp 10,12 triliun, sekaligus menerapkan sejumlah perubahan untuk melindungi pengguna remaja.

Putusan yang dijatuhkan Kamis (6/8/2026) itu merupakan tahap kedua dari perkara yang menuding Meta ikut menyebabkan kerugian terhadap kesehatan mental anak-anak melalui desain Facebook dan Instagram.

Sebelumnya, juri telah menjatuhkan hukuman USD 375 juta dalam tahap pertama kasus yang sama. Dengan demikian, total kewajiban finansial Meta dalam perkara tersebut mencapai USD 942 juta, atau sekitar Rp 16,8 triliun.

Namun bukan hanya besarnya denda yang menjadi sorotan. Pengadilan juga memerintahkan Meta mengubah sejumlah fitur Facebook dan Instagram bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun di New Mexico.

Facebook dan Instagram Wajib Batasi Remaja

Salah satu ketentuan utama adalah pembatasan penggunaan Facebook dan Instagram oleh remaja menjadi maksimal 90 jam per bulan, atau rata-rata sekitar tiga jam sehari.

Meta juga diwajibkan membatasi push notification pada malam hari dan selama jam sekolah, memperbaiki sistem verifikasi usia, serta memperketat perlindungan anak dari kontak orang dewasa yang berpotensi membahayakan.

Pengadilan turut meminta Meta menggunakan sistem prediksi usia berbasis AI. Jika sebuah akun diperkirakan dimiliki pengguna di bawah umur dan usia pastinya tidak bisa ditentukan, Meta harus memperlakukannya sebagai akun anak sampai pengguna membuktikan usianya.

Perusahaan juga diminta bekerja sama dengan sekolah atau organisasi perlindungan anak untuk menyediakan mekanisme pelaporan akun yang diduga digunakan anak di bawah 13 tahun.

Selain itu, pengadilan memerintahkan Meta memperkuat perlindungan terhadap gambar telanjang serta membatasi interaksi berisiko antara pengguna muda dan orang dewasa. Sejumlah perlindungan juga mencakup interaksi anak dengan chatbot AI.

Ilustrasi pembatasan medsos Foto: Getty Images/iStockphoto/Hakase

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyambut keputusan tersebut. Ia menilai putusan pengadilan mengirim pesan tegas bahwa perusahaan teknologi dapat dimintai pertanggungjawaban jika desain produknya dinilai menempatkan anak-anak dalam risiko.

"Keputusan hari ini adalah kemenangan bagi setiap orang tua yang khawatir terhadap dampak media sosial pada anak mereka, dan bagi setiap anak yang berhak tumbuh dengan lebih aman di dunia online," kata Torrez dikutip dari The Washington Post.

Menurut Torrez, perkara tersebut sejak awal bertujuan melindungi anak dan keluarga sekaligus memastikan perusahaan teknologi besar tidak dapat meraup keuntungan dari praktik yang membahayakan pengguna muda tanpa konsekuensi.

Dari USD 567 juta yang diperintahkan pengadilan, sekitar USD 420 juta akan digunakan untuk layanan perawatan bagi anak muda. Sisanya dialokasikan untuk program pencegahan, peningkatan kesadaran, pemeriksaan, serta pelaksanaan program selama lima tahun.

Stylish woman wearing a red striped sweater and holding a phone, standing against a bright pink background with a curious expression. Foto: Getty Images/Deagreez



Simak Video "Video: Instagram, Facebook, sampai WhatsApp Nggak Full Gratis Lagi?"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB