×
Ad

Belajar AI Lewat Sepak Bola, Ternyata Ini Rasanya Jadi Pelatih Tim

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 07 Agu 2026 19:43 WIB
detikINET diajak belajar AI dengan jadi pelatih sepak bola. Foto: AWS Summit Jakarta
Jakarta -

Belajar kecerdasan buatan (AI) biasanya identik dengan menulis kode pemrograman atau memahami teori yang rumit. Namun, pengalaman berbeda dirasakan para peserta AWS Summit Jakarta 2026. Di sana, para peserta, termasuk detikINET diajak menjadi pelatih sepak bola.

Tentu saja bukan melatih pemain sungguhan, melainkan lima AI agent yang bertanding di lapangan virtual. Tugas kami bukan menyusun formasi atau memberi instruksi dari pinggir lapangan, melainkan merangkai sejumlah prompt agar para pemain AI bisa bekerja sama, menyerang, bertahan, hingga mengambil keputusan sendiri saat pertandingan berlangsung.

Pengalaman itu detikINET rasakan saat menjajal Agentic Football Cup (AFC), workshop berbasis game yang baru diluncurkan Amazon Web Services (AWS) untuk mengajarkan konsep AI agent kepada para pengembang.

Di awal sesi, peserta diminta membentuk sebuah tim yang terdiri dari lima AI agent. Masing-masing memiliki peran, perilaku, dan kemampuan pengambilan keputusan yang berbeda. Layaknya seorang pelatih, kami harus menyusun strategi lewat instruksi atau prompt yang akan menjadi 'otak' para pemain AI tersebut.

Menariknya, hasil pertandingan sangat bergantung pada kualitas instruksi yang diberikan. Mengubah satu prompt saja bisa mengubah cara tim bermain, mulai dari pola menyerang, bertahan, hingga cara setiap AI berkoordinasi dengan rekan setimnya.

Alih-alih membaca teori tentang multi-agent AI, kami bisa melihat langsung bagaimana beberapa AI saling berkomunikasi dan mengambil keputusan secara mandiri untuk mencapai tujuan yang sama.

Head of Technology, Singapore Enterprise AWS ASEAN, Joel Garcia, mengatakan pendekatan tersebut sengaja dibuat agar konsep AI agent yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami.

Head of Technology, Singapore Enterprise AWS ASEAN, Joel Garcia Foto: Rachmatunnisa/detikINET

"AI agentik kini beralih dari tahap prototipe ke tahap produksi, dan para pengembang perlu mempelajari cara mengelola beberapa agen yang bekerja sama. Agentic Football Cup memberi mereka kesempatan untuk melakukannya secara hands-on dengan membentuk tim yang terdiri dari lima agen AI, melatih mereka, dan bersaing dengan tim lain," ujar Joel.

Menurut Joel, pembelajaran berbasis permainan juga membantu peserta memahami bagaimana AI agent akan digunakan di dunia nyata. "Ini adalah cara belajar berbasis permainan untuk memahami bagaimana agen-agen tersebut bekerja, serta keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengarahkan dan melatih mereka di tahap produksi," lanjutnya.



Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB