Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kala Pangeran Harry dan Meghan Markle Tegur Elon Musk

Kala Pangeran Harry dan Meghan Markle Tegur Elon Musk


Aisyah Kamaliah - detikInet

LOS ANGELES, CALIFORNIA - OCTOBER 28: Prince Harry, Duke of Sussex and Meghan, Duchess of Sussex look on from the stands during game four of the 2025 World Series between the Toronto Blue Jays and the Los Angeles Dodgers at Dodger Stadium on October 28, 2025 in Los Angeles, California. (Photo by Ronald Martinez/Getty Images)
Pangeran Harry dan Duchess Meghan Markle menegur Elon Musk soal teknologi yang menjadi ancaman bagi anak-anak di bawah umur. Foto: Ronald Martinez/Getty Images
Jakarta -

Pangeran Harry dan Duchess Meghan Markle menegur Elon Musk soal teknologi yang menjadi ancaman bagi anak-anak di bawah umur. Dalam tulisan di website resmi mereka dengan judul 'Can we all agree technology should not enable predators to target children?', mereka mempertanyakan raksasa teknologi yang dianggap lebih mempentingkan profit ketimbang keselamatan anak dan perempuan.

Pernyataan ini diunggah pada Agustus 2026 dan dimulai dengan memuji negara bagian Minnesota atas keputusannya baru-baru ini untuk melarang teknologi 'ketelanjangan' AI. Larangan tersebut disahkan dengan suara bulat di Senat negara bagian Minnesota dengan suara 65-0, menjadi yang pertama di seluruh negeri.

Meghan dan Harry menggambarkan undang-undang tersebut sebagai contoh kepemimpinan yang sesuai untuk era digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan yang menikah pada 19 Mei 2018 itu kemudian menyinggung Elon Musk tanpa menyebut namanya secara langsung. Mereka mengecam sosok yang disebutnya sebagai 'pemimpin triliuner perusahaan teknologi yang bertanggung jawab atas Grok AI milik X'.

"Jika seseorang bertanya-tanya mengapa ada yang mencoba menghentikan larangan teknologi AI yang menghasilkan deepfake orang dan anak-anak telanjang tanpa persetujuan mereka, mereka tidak perlu mencari lebih jauh selain tiga kelompok berbeda, termasuk seorang anggota parlemen Inggris, sebuah keluarga dari Arkansas, dan lima anak dari Tennessee, yang semuanya mengajukan gugatan baru terhadap fitur Grok yang sama, dengan tuduhan bahwa fitur tersebut menciptakan materi seksual tentang mereka, hanya dalam minggu ini," tulis Meghan dan Harry.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, perwakilan dari bos Tesla dan SpaceX tersebut belum menjawab permintaan komentar oleh USA Today soal tulisan Meghan dan Harry.

Minggu lalu, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, menggugat Minnesota atas larangan tersebut dan menyerukan agar undang-undangnya diblokir. Gugatan hukum itu mencatat bahwa negara bagian memiliki hak untuk memblokir penggunaan AI untuk membuat konten seksual, tetapi undang-undang ini melampaui tujuannya dan berpotensi melanggar kebebasan berbicara.

Grok sendiri telah mendapat sorotan luas khususnya untuk fitur 'Imagine'-nya. Grok Imagine tercatat pernah digunakan untuk membuat deepfake seksual orang tanpa persetujuan mereka.

Harry dan Meghan lama menyatakan keprihatinan terhadap sisi gelap media sosial, bersamaan dengan perkembangan pesat AI. Pasangan Sussex ini mengatakan masalah keamanan daring adalah masalah kemanusiaan global dan menyerukan ke platform untuk menerapkan kebijakan moderasi konten yang lebih baik juga berani.

Pada tahun 2024, pasangan ini mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan waktu bersama keluarga anak-anak yang telah meninggal atau terkena dampak negatif akibat media sosial.

"Pengasuhan terbaik di dunia pun tidak dapat melindungi anak-anak dari platform ini," demikian bunyi pernyataan dari pasangan kerajaan yang memiliki dua anak tersebut. Pernyataan mereka muncul satu tahun setelah mereka berbicara dalam sebuah panel di New York tentang tantangan kesehatan mental yang dihadapi oleh kaum muda yang menggunakan media sosial.

Pada tahun 2021, Harry menyalahkan media sosial atas serangan terhadap Gedung Capitol AS. Dia menyebutkan banjir informasi yang salah dan rentetan kebohongan memungkinkan teori konspirasi berkembang, sehingga mengancam demokrasi dengan kekerasan juga korban jiwa.



(ask/ask)




Hide Ads