Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ramai-ramai Doakan Yurizal, Netizen: Jadi Reminder Bagi Kita Semua

Ramai-ramai Doakan Yurizal, Netizen: Jadi Reminder Bagi Kita Semua


Tim - detikInet

Aplikasi Threads
Foto: Unsplash/Martin Martz
Jakarta -

Seorang warga Threads Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia. Sebelum berpulang, beliau sempat menuliskan curahan hatinya di media sosial mengenai kesulitannya mendapatkan kamar rumah sakit.

Yang menjadi sorotan netizen adalah banyaknya komentar nirempati yang ada pada utas yang diunggah pada 23 Juli di akun @yurizaltrich.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bukannya meninggalkan komentar yang mendukung, sebagian warganet justru memilih menggunakan jempol mereka untuk menuliskan komentar negatif. Meskipun tujuannya mungkin untuk edukasi, fakta bahwa Yurizal akhirnya berpulang membuat netizen menyesali perbuatan mereka.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," ujar seseorang.

"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," timpal yang lain.

Pada 31 Juli, sepupu Yurizal yakni Hilda Aprianti Perdana membuat tweet mengenai kabar terbaru dari Yurizal.

"Selamat jalan ya, Wi. Semoga husnul khotimah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah," tulis Hilda.

Kini, kabar duka dari Yurizal menjadi pembahasan di media sosial. Di X, banyak orang menuliskan ucapan duka cita mereka atas kepergian Yurizal.

"Turut berduka cita ya Abang, Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Sekarang yg komen komen negatif pada bingung gimana minta maafnya. Manteman nakes atau non-nakes ini sebagai reminder bagi kita yaa. Mungkin kita yg paling faham tp tak menjadikan kita kemudian mudah berkomentar bahkan yg jauh dr nalar," tutur @MinDos.

"Ya Allah, benerΒ² nir empati.πŸ₯Ή Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Selamat jalan Yurizal, Husnul khatimah dan tenanglah di Surga. 🀲🏼," doa @03_nakula.

"Gimana pertanggungjawaban mereka abis ngehujat orang yang ngeluh nunggu 8 jam, bahkan sampe ada yang komen nyuruh p*t*ng n*di. Sekarang orangnya udh meninggal, innalillahi wainnailaihi rojiun πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί," kata @serasaselasa.

Setelah berita meninggalnya Yurizal, salah satu netter yang berkomentar negatif di utas terakhir Yurizal pun mengakui kesalahannya. Dia pun menuliskan permintaan maaf.

"Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh almarhum saat mencari penanganan medis", tulis akun Threads @epr.1234.

Dia sadar bahwa profesinya sebagai dokter semestinya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati kepada siapapun. Ia pun menyesali tindakan yang dia sebut tidak mencerminkan sumpah profesi, ataupun etika dan moral.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," imbuhnya.

Usai unggahan itu, sejumlah netizen membalas dengan mengingatkan agar selalu menjaga ketikan di media sosial.

"Mbak, Semoga kejadian ini jadi pengingat dan banyak hikmah yg bisa diambil. Selalu ingat akan hadits: Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aaakhir, fal yaqul khairan au liyashmut. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah baik atau diam πŸ™," ucap @bu.dith.

"makasih nggih bu pengingatnyaπŸ™," balas @epr.1234.



(ask/ask)




Hide Ads