Daftar Isi
Persoalan perlindungan anak di YouTube kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan Surat Teguran Pertama kepada platform tersebut.
Teguran itu menyusul temuan konten siaran langsung YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo yang diduga mempromosikan produk rokok elektronik atau vape dengan melibatkan anak di bawah umur.
"Anak-anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi di ruang digital. Konten yang melibatkan anak untuk mempromosikan produk vape jelas bertentangan dengan semangat perlindungan anak," ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komdigi meminta YouTube meninjau dan menindak konten tersebut, sekaligus memperkuat moderasi proaktif. Platform diberi waktu paling lambat tiga hari untuk menindaklanjutinya.
Pertanyaannya apakah YouTube bakal memblokir Bigmo? Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan dijatuhkan YouTube terhadap kanal tersebut.
Namun kasus serupa bukan hal baru. YouTube sebelumnya telah memblokir permanen sejumlah kreator populer karena eksploitasi anak, pelecehan, ujaran kebencian, dan misinformasi berbahaya. Berikut tujuh di antaranya.
1. Ruby Franke
Ruby Franke dikenal melalui kanal keluarga 8 Passengers. Kanal tersebut pernah memiliki jutaan subscriber sebelum tersandung kasus penganiayaan terhadap anak-anaknya.
YouTube kemudian menghapus kanal terkait Franke dan melarangnya membuat akun baru. Kasus tersebut juga berujung pada proses hukum pidana.
2. DaddyOFive
Michael dan Heather Martin membangun popularitas melalui kanal DaddyOFive dengan konten prank keluarga. Namun, sejumlah prank dinilai mengandung pelecehan mental dan fisik terhadap anak.
Kanal DaddyOFive akhirnya ditutup. Kanal baru mereka, FamilyOFive, juga dihapus setelah kembali menjadi sorotan.
3. Andrew Tate
YouTube menghapus kanal utama dan sejumlah kanal yang terafiliasi dengan Andrew Tate pada Agustus 2022.
Mantan petarung tersebut dinilai melakukan pelanggaran berulang terhadap Pedoman Komunitas, termasuk kebijakan mengenai ujaran kebencian.
4. Alex Jones
Kanal InfoWars milik Alex Jones ditutup YouTube pada Agustus 2018. Tokoh teori konspirasi asal Amerika Serikat itu dinilai berulang kali melanggar kebijakan platform.
Pelanggarannya mencakup ujaran kebencian, pelecehan, serta penyebaran teori konspirasi mengenai penembakan massal di Sandy Hook.
5. LeafyIsHere
LeafyIsHere atau Calvin Lee Vail dikenal lewat video komentar yang kerap menyerang kreator lain. Kanalnya dihapus secara permanen pada Agustus 2020 karena pelanggaran berulang terhadap kebijakan pelecehan dan perundungan siber.
Upayanya kembali ke YouTube menggunakan kanal lain juga ditindak oleh platform.
6. Sneako
Dua kanal utama milik Sneako ditutup YouTube pada Oktober 2022. Kreator bernama asli Nico Kenn De Balinthazy tersebut dinilai berulang kali melanggar Pedoman Komunitas.
Kontennya menuai kontroversi karena dikaitkan dengan ujaran kebencian dan penyebaran informasi menyesatkan.
7. Austin Jones
Musisi sekaligus YouTuber Austin Jones diblokir setelah terungkap memanfaatkan popularitasnya untuk mengeksploitasi penggemar di bawah umur secara seksual.
Kasusnya berlanjut ke pengadilan dan berujung pada hukuman penjara. YouTube turut menghapus kanal serta konten yang berkaitan dengannya.
YouTube menerapkan kebijakan tegas terhadap konten yang membahayakan anak, pelecehan, ujaran kebencian, dan misinformasi berbahaya. Pelanggaran berat atau berulang dapat berujung pada penghentian kanal secara permanen.
Kreator yang kanalnya telah dihentikan juga dilarang menggunakan, memiliki, ataupun membuat kanal YouTube baru.

