ChatGPT Work menjadi salah satu pengumuman terbesar OpenAI dalam pembaruan terbaru ChatGPT. Berbeda dengan ChatGPT yang selama ini dikenal sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan, ChatGPT Work dirancang sebagai AI Agent yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara otomatis, mulai dari mengelola email hingga membuat website.
Dalam sesi demonstrasi kepada media, OpenAI memperlihatkan bagaimana ChatGPT Work mampu terhubung dengan berbagai aplikasi kerja, memahami konteks pekerjaan pengguna, hingga menghasilkan dokumen yang siap digunakan.
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan ChatGPT Work? Berikut rangkumannya.
1. Mengatur Email, Slack, dan Kalender Sekaligus
Salah satu kemampuan utama ChatGPT Work adalah menghubungkan berbagai aplikasi produktivitas dalam satu tempat. OpenAI mendemonstrasikan bagaimana ChatGPT Work dapat membaca informasi dari Gmail, Slack, dan Google Calendar, kemudian menyusun daftar prioritas pekerjaan berdasarkan email yang belum ditindaklanjuti, jadwal rapat, hingga pesan penting dari rekan kerja.
Pengguna cukup memberikan perintah seperti:
"Periksa Gmail, Slack, dan kalender saya, lalu beri tahu pekerjaan apa yang harus saya selesaikan hari ini."
Dalam hitungan menit, ChatGPT Work menyusun daftar tugas lengkap beserta rekomendasi urutan pengerjaannya.
2. Menjadi Asisten Kerja atau "Chief of Staff"
OpenAI menyebut ChatGPT Work dapat berfungsi layaknya seorang Chief of Staff atau asisten pribadi. AI tidak hanya mengingatkan agenda penting, tetapi juga dapat:
- mengidentifikasi deadline,
- mengingatkan anggota tim melalui Slack,
- memberikan notifikasi pekerjaan yang mendesak,
- membantu menjaga koordinasi dalam tim.
Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi memantau berbagai aplikasi secara manual.
3. Menjalankan Tugas Otomatis Sesuai Jadwal
ChatGPT Work juga memiliki fitur Scheduled Tasks. Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta ChatGPT menjalankan pekerjaan tertentu secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan.
Contohnya:
- membuat laporan mingguan setiap Jumat sore,
- mengirim ringkasan pekerjaan setiap pagi,
- mengingatkan tim mengenai deadline setiap jam tertentu,
- membuat daftar prioritas kerja setiap awal hari.
Pengguna tidak memerlukan kemampuan pemrograman. Cukup memberikan instruksi menggunakan bahasa alami, ChatGPT akan mengatur seluruh proses di belakang layar.
4. Membuat Presentasi, Spreadsheet, Dashboard, hingga Website
Kemampuan lain yang menjadi sorotan adalah pembuatan berbagai dokumen kerja secara otomatis. Dalam demonstrasi OpenAI, ChatGPT Work mampu menghasilkan presentasi, spreadsheet, dashboard interaktif, website hingga laporan lengkap.
Semua dibuat hanya berdasarkan satu perintah.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta ChatGPT menganalisis data pemasaran, kemudian menghasilkan spreadsheet, slide presentasi, dan dashboard yang siap dipresentasikan kepada pimpinan.
5. Mengolah Banyak File Sekaligus
ChatGPT Work tidak hanya membaca teks. AI ini juga dapat menggabungkan berbagai jenis file, seperti foto, spreadsheet CSV, Apple Notes, dokumen kerja lainnya.
Dalam demonstrasi, OpenAI menunjukkan bagaimana ChatGPT Work memilih foto terbaik dari ratusan gambar sebuah acara, membaca catatan pengguna, menganalisis statistik media sosial, lalu menghasilkan:
- carousel LinkedIn,
website internal,
laporan kegiatan lengkap.
Seluruh proses berlangsung secara otomatis.
6. Terhubung dengan Berbagai Aplikasi Kerja
ChatGPT Work mendukung integrasi dengan berbagai layanan populer yang sudah digunakan perusahaan maupun individu. Beberapa di antaranya: Gmail, Google Calendar, Slack, Microsoft 365, Outlook, GitHub dan Canva.
OpenAI juga memperlihatkan bagaimana ChatGPT dapat berinteraksi dengan aplikasi desktop, termasuk membaca Apple Notes dan mengakses file lokal di komputer pengguna. Kemampuan ini memungkinkan AI mengambil informasi dari berbagai sumber sekaligus sebelum menyelesaikan suatu pekerjaan.
7. Bekerja di Desktop, Browser, dan Ponsel
ChatGPT Work tersedia di desktop, browser, maupun perangkat seluler. Seluruh percakapan akan tersinkronisasi sehingga pengguna dapat memulai pekerjaan di komputer dan melanjutkannya melalui ponsel.
Untuk pekerjaan yang berjalan lama, OpenAI juga menyediakan dukungan menjalankan tugas melalui layanan cloud sehingga proses tetap berlangsung meskipun komputer dimatikan.
Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"
(afr/rns)