Yann LeCun, peneliti yang dikenal sebagai 'bapak AI', kembali menyerang Elon Musk. Ia menyebut xAI, perusahaan AI milik Musk, gagal dan tidak akan bisa bersaing dengan perusahaan AI lainnya.
LeCun sering disebut sebagai bapak AI karena dianggap sebagai pionir di bidang ini. Ia dulunya merupakan peneliti AI utama di Meta, sebelum keluar dan mendirikan AMI Labs.
Pria berusia 65 tahun ini telah berselisih dengan Musk selama beberapa tahun terakhir mengenai beberapa topik, mulai dari AI hingga teori konspirasi yang sering dilontarkan Musk di media sosial. Musk sendiri menuduh LeCun sudah lama tidak memahami AI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"xAI bisa dibilang gagal, terus terang, karena tim pendirinya telah pergi," kata LeCun kepada CNBC, seperti dikutip detikINET, Sabtu (20/6/2026).
"Elon sekarang berada dalam posisi yang sangat sulit untuk merekrut orang-orang terbaik di bidang AI, karena ia tidak berperilaku dengan baik terhadap tim sebelumnya," sambungnya.
Dalam setahun terakhir, sebagian besar co-founder xAI meninggalkan perusahaan AI tersebut. Pada bulan Februari, Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI dengan valuasi sebesar USD 1,25 triliun dan pekan lalu mulai melantai di bursa saham.
Dalam kuartal yang berakhir 31 Maret, divisi AI SpaceX yang mencakup xAI mencatatkan kerugian operasional sebesar USD 2,5 miliar. Sementara itu, AMI Labs mengumpulkan pendanaan sebesar USD 1 miliar pada bulan Maret.
LeCun mengatakan xAI memiliki infrastruktur besar yang dapat disewakan ke perusahaan lain. Menurutnya, itu adalah satu-satunya cara bagi Musk untuk menutup kerugiannya.
Komentar LeCun soal infrastruktur merujuk pada pusat data Colossus 1 dan Colossus 2 milik xAI yang ada di Memphis, Tennessee. Google dan Anthropic telah menyewa kapasitas daya komputasi di pusat data xAI.
Ditanya soal peluang xAI bersaing dengan perusahaan AI lainnya seperti OpenAI dan Anthropic, LeCun mengaku pesimis. "Saya tidak terlalu optimis tentang prospek xAI," ujar LeCun.

