Sosok miliarder dunia Jeff Bezos kembali menjadi pusat kontroversi global. Kali ini, pria dengan kekayaan mencapai sekitar Rp 4.000 triliun itu diprotes habis-habisan setelah menjadi sponsor utama sekaligus co-chair kehormatan ajang mode bergengsi Met Gala di Metropolitan Museum of Art.
Pendiri Amazon tersebut bersama pasangannya, Lauren Sánchez, disebut menggelontorkan dana sponsor hingga USD 10 juta atau sekitar Rp 160 miliar untuk acara mode tahunan tersebut. Namun alih-alih menuai pujian, keterlibatan Bezos justru memicu gelombang kritik besar dari publik, aktivis, hingga selebriti dunia.
Banyak pihak menyoroti berbagai kontroversi lama yang melekat pada Amazon, mulai dari isu kondisi kerja karyawan gudang, kesenjangan kekayaan ekstrem, dugaan penghindaran pajak, hingga kedekatan Bezos dengan elit politik Amerika Serikat.
Poster Boikot hingga Botol Urine Palsu
Kontroversi memanas menjelang malam puncak Met Gala di New York. Di sekitar museum, para pengunjuk rasa memasang poster bertuliskan "Boycott Met Gala Bezos" sebagai bentuk protes terhadap keterlibatan miliarder teknologi tersebut.
Aksi yang paling menyita perhatian datang dari kelompok aktivis Everyone Hates Elon. Mereka dikabarkan menaruh ratusan botol urine palsu di area museum sebagai sindiran terhadap keluhan lama pekerja gudang Amazon.
Isu itu sebelumnya sempat viral setelah muncul laporan bahwa sebagian pekerja Amazon diduga harus buang air kecil di botol demi memenuhi target kerja ketat di gudang distribusi perusahaan.
Salah satu slogan yang ramai beredar berbunyi: "Met Gala Bezos: Dipersembahkan oleh eksploitasi pekerja."
Aksi tersebut langsung memancing perdebatan panas di media sosial. Banyak netizen menilai Met Gala kini bukan sekadar pesta mode mewah, melainkan simbol kesenjangan sosial antara miliarder dan pekerja biasa.
Simak Video "Video Top 5: Hantavirus di Kapal Hondius hingga Gaya Selebritas di Met Gala"
(afr/afr)