Serangkaian whistleblower UFO di Amerika Serikat mengeluarkan peringatan serius terkait tekanan dan intimidasi yang mereka alami setelah mengungkap informasi sensitif ke publik. Situasi ini makin mengkhawatirkan setelah seorang perwira Angkatan Udara AS dilaporkan meninggal dunia secara misterius sebelum sempat memberikan kesaksian di hadapan Kongres.
Jurnalis investigasi Jeremy Corbell, yang dikenal aktif mengangkat isu fenomena udara tak teridentifikasi, menyebut risiko yang dihadapi para whistleblower jauh lebih besar dari sekadar tekanan sosial. Ia mengatakan banyak dari mereka harus kehilangan keamanan pribadi hingga mempertaruhkan keselamatan keluarga.
"Mereka melepaskan security clearance, keamanan, bahkan mempertaruhkan keluarga hanya untuk mengatakan kebenaran," ujar Corbell dalam wawancara dengan media internasional dikutip dari Daily Mail.
Kasus yang disorot dalam film dokumenternya, Sleeping Dog, antara lain melibatkan Dylan Borland, veteran Angkatan Udara AS yang sempat bersaksi di Kongres pada 2025. Borland mengaku mengalami berbagai bentuk intimidasi setelah membuka pengalamannya melihat objek misterius berbentuk segitiga raksasa di dekat pangkalan militer di Virginia.
Ia menggambarkan objek tersebut sebagai craft berwarna hitam metalik dengan efek visual menyerupai plasma emas yang bergerak di permukaannya. Menurutnya, objek itu melayang diam sebelum melesat dengan kecepatan ekstrem ke ketinggian jelajah pesawat komersial.
"Sejak bersaksi, saya dan keluarga mengalami pelecehan yang belum pernah kami alami sebelumnya," ungkap Borland.
Kematian Misterius Perwira Intelijen
Corbell juga menyoroti kematian Matthew Sullivan, mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS berusia 39 tahun. Sullivan dilaporkan meninggal dunia pada 2024, tepat sebelum dijadwalkan memberikan kesaksian terkait program UFO di Kongres.
Menurut Corbell, kematian tersebut memunculkan banyak tanda tanya dan kini turut menjadi perhatian otoritas, termasuk Federal Bureau of Investigation dan anggota Kongres.
"Waktunya sangat tidak biasa. Ada banyak hal yang tidak diketahui publik dan sedang diselidiki," ujarnya.
Ia tidak menutup kemungkinan bahwa tekanan psikologis menjadi salah satu faktor, namun menegaskan bahwa banyak pihak melihat kasus ini sebagai sesuatu yang mencurigakan.
(afr/afr)