Kapal pesiar super (superyacht) milik salah satu sekutu utama Vladimir Putin, berhasil melewati Selat Hormuz di saat jalur perairan penting tersebut pada dasarnya masih ditutup untuk kapal komersial.
Nord, kapal mewah bertingkat sepanjang 141 meter senilai lebih dari USD 500 juta yang dikaitkan dengan orang terkaya di Rusia, Alexei Mordashov, mengarungi selat tersebut setelah menjalani pemeliharaan di Dubai. Menurut sumber, kapal ini bisa lewat karena tidak ada keberatan baik dari pihak Iran maupun Amerika Serikat.
Berlayar di bawah bendera Rusia, kapal pesiar tersebut meninggalkan Dubai dan melewati Selat Hormuz pada hari Sabtu, menjadikannya satu dari sedikit kapal pribadi yang berhasil melintas sejak dimulainya perang di Iran. Kapal ini tiba di ibu kota Oman, Muskat, pada Minggu pagi menurut data Marine Traffic.
"Iran tidak mencampuri pergerakannya, karena ini adalah kapal sipil negara sahabat yang transit damai. Pihak Amerika juga tak mempermasalahkan pergerakannya, karena kapal tersebut tidak bersandar di pelabuhan-pelabuhan Iran dan tak punya hubungan apa pun dengan Iran," kata sumber ke Reuters yang dikutip detikINET.
Iran memutus lalu lintas Hormuz dan AS melakukan blokade. Hanya segelintir kapal, sebagian besar kapal niaga, bisa melewati Hormuz, jalur perairan krusial Teluk Persia yang biasanya dilalui seperlima pengiriman minyak dan gas alam dunia.
Mordashov (60), CEO perusahaan baja dan pertambangan terbesar di Rusia, Severstal, diperkirakan kekayaannya sekitar USD 37 miliar. Mordashov tidak tercatat pemilik resmi Nord, tapi catatan menunjukkan kapal tersebut didaftarkan pada sebuah perusahaan milik istrinya di 2022.
Nord, salah satu kapal pesiar super termahal dunia, dilengkapi dua landasan helikopter, geladak mewah, dan kolam renang. Ada fasilitas gym, bioskop, dan jacuzzi serta membawa kapal selam dan beberapa perahu kecil lainnya. Ia bisa menampung 36 tamu dan 42 awak.
Teknologi Kapal Nord
Nord dibangun galangan kapal asal Jerman, Lurssen, dan diserahkan di 2021. Berat kotornya 10.154 ton dan enam tingkat geladak. Dua mesin diesel MTU, masing-masing dengan hampir 5.000 hp, menjadi penggeraknya. Kecepatan maksimumnya hingga 20 knot dan penjelajahan stabil pada 15 knot.
Lambung baja dan superstruktur aluminiumnya memiliki lebar badan 19,5 meter dan sarat air sekitar 5,4 meter. Angka-angka ini menjamin keseimbangan bahkan di perairan berarus kuat.
Sistemnya mengutamakan efisiensi. Stabilisator kecepatan nol berfungsi mengurangi goyangan saat kapal berhenti atau berlabuh yang membantu peluncuran peralatan-peralatan yang lebih kecil.
Nord memiliki dua landasan helikopter. Landasan utama berada di haluan, menyerupai geladak kapal induk. Landasan kedua di geladak anjungan, dilengkapi hanggar yang dapat ditarik untuk melindungi helikopter.
Hanggar teleskopik tersebut meluncur masuk ke dalam saat tidak digunakan. Di perjalanan melewati Hormuz, landasan helikopter ini memungkinkan opsi transportasi atau evakuasi cepat jika diperlukan. Konfigurasi ini mengurangi ketergantungan pada pelabuhan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang dan pasokan.
Garasi utamanya menampung berbagai kendaraan air termasuk hovercraft, jet ski, perahu kecil, serta kapal selam kompak. Sistem derek dan platform hidrolik mengontrol peluncuran serta penarikan kembali semua kendaraan ini dengan presisi.
Simak Video "Video Menlu AS: Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir Ekonomi' Iran"
(fyk/fay)