Badan intelijen Amerika Serikat CIA dikabarkan menggunakan software AI rahasia bernama Ghost Murmur untuk menemukan dan menyelamatkan kru F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di wilayah udara Iran pada pekan lalu.
Pesawat tersebut membawa dua orang awak yang berhasil melontarkan diri dengan selamat setelah dicegat oleh sistem pertahanan udara milik Iran. Sang pilot berhasil diselamatkan tidak lama setelah kecelakaan, sementara kru kedua baru ditemukan lebih dari 24 jam kemudian.
Kemampuan AI rahasia ini terbilang sangat mengerikan karena diklaim mampu mendeteksi detak jantung manusia dari jarak yang sangat jauh. Salah satu sumber menggambarkan kemampuannya ibarat bisa mendengar satu suara di dalam stadion, namun stadionnya berupa gurun pasir seluas ribuan mil persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber tersebut juga mengklaim bahwa alat ini bisa menemukan siapa pun yang terdampar dalam kondisi apa pun selama jantung targetnya masih berdetak. Software canggih ini merupakan hasil pengembangan dari unit elit Lockheed Martin yang dikenal dengan nama Skunk Works.
Tim riset rahasia yang berdiri sejak 1943 ini awalnya bertugas merancang pesawat dan jet tempur mutakhir. Kini mereka juga dibebani tugas untuk mengembangkan software AI untuk keperluan pengawasan berisiko tinggi, spionase, hingga pengumpulan intelijen.
Sebelum diterjunkan, Ghost Murmur dilaporkan sudah diuji coba secara menyeluruh pada helikopter Black Hawk oleh pihak Lockheed Martin dan militer Amerika Serikat. Namun, operasi penyelamatan di Iran ini menandai pertama kalinya hardware dan software tersebut digunakan langsung di lapangan oleh CIA.
Presiden Donald Trump sepertinya sempat menyinggung soal keberadaan alat super canggih yang digunakan untuk menyelamatkan tentara ini pada awal pekan lalu. Tentara yang berhasil diselamatkan tersebut diidentifikasi ke publik sebagai Dude 44 Bravo yang merupakan perwira sistem senjata Angkatan Udara.
Pemerintah Iran sendiri sempat mengumumkan hadiah sebesar USD 60.000 atau sekitar Rp 900 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap tentara tersebut. Penawaran sayembara ini muncul setelah sistem pertahanan udara baru mereka diklaim sukses mencegat pesawat tempur Amerika Serikat itu.
Lanskap wilayah jatuhnya pesawat yang tandus memberikan kondisi paling ideal bagi pengoperasian perdana alat ini. Tidak adanya vegetasi dan minimnya aktivitas manusia lain di sekitar lokasi memastikan gangguan elektromagnetik berada di tingkat paling rendah.
Faktor lain yang sangat membantu pencarian adalah perbedaan suhu pada malam hari antara tubuh manusia dan permukaan gurun pasir. Kondisi ini memberikan lapisan konfirmasi tambahan bagi tim penyelamat untuk memastikan posisi target secara akurat.
Nama Ghost Murmur sengaja dipilih untuk mencerminkan kemampuannya mendeteksi ritme jantung target dari jarak jauh. Kata hantu merujuk pada seseorang yang hilang dan mungkin tewas jika bukan karena software ini, demikian dikutip detikINET dari New York Post, Kamis (9/4/2026).
(asj/asj)

