Iran memperkenalkan teknologi peluncur rudal kembar (twin-missile launch system) dalam serangan balasan terbaru terhadap Israel. Inovasi ini bukan soal rudal baru, melainkan cara peluncuran yang lebih efisien - dan berpotensi membanjiri sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut langkah ini sebagai "fase baru" dalam strategi serangan mereka. Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, bahkan menegaskan: "Dengan peluncur kembar rudal Fateh dan Kheibar Shekan yang telah diperbarui, semua serangan sebelumnya dikalikan dua."
Satu Peluncur, Dua Rudal Sekaligus
Berbeda dari peluncur konvensional yang hanya menembakkan satu rudal per siklus, sistem kembar ini memungkinkan dua rudal diluncurkan hampir bersamaan dari satu platform - tanpa perlu menambah jumlah kendaraan peluncur.
Dua rudal yang digunakan dalam skema ini:
- Fateh series - rudal balistik bahan bakar padat dengan presisi tinggi, efektif untuk jarak pendek hingga menengah.
- Kheibar Shekan - rudal balistik jarak menengah (MRBM) buatan IRGC dengan jangkauan hingga 1.450 km. Rudal sepanjang 11,4 meter ini dirancang membawa hulu ledak seberat 550 kilogram dan dilengkapi kemampuan manuver di fase terminal untuk menghindari intersepsi.
Sistem ini juga mengandalkan konsep shoot-and-scoot - meluncurkan rudal dengan cepat lalu segera berpindah posisi sebelum terdeteksi atau diserang balik. Peluncurnya dipasang pada sasis truk komersial beroda 10 yang bisa disamarkan sebagai kendaraan sipil biasa.
Kenapa Ini Mengkhawatirkan?
Keunggulan utama sistem peluncur kembar bukan pada rudal itu sendiri, melainkan pada efisiensi dan volume serangan yang dihasilkan.
Israel mengandalkan sistem pertahanan berlapis - Iron Dome, David's Sling, hingga Arrow - namun setiap lapisan memiliki kapasitas intersepsi yang terbatas. Ketika jumlah rudal yang datang melonjak drastis dalam waktu singkat, sistem berlapis ini berisiko overload.
Situasi ini diperparah oleh penggunaan hulu ledak cluster munition. Hulu ledak ini membelah di ketinggian sekitar tujuh kilometer sebelum mendarat, menyebarkan puluhan munisi lebih kecil ke area yang luas. Satu target besar tiba-tiba berubah menjadi puluhan target kecil - memperberat kerja sistem intersepsi secara signifikan.
Faktor lain yang mempersulit pertahanan Israel adalah kecepatan persiapan peluncuran. Rudal berbahan bakar padat seperti Kheibar Shekan memangkas waktu persiapan secara drastis dibanding rudal berbahan bakar cair generasi lama, sehingga sistem radar Israel punya lebih sedikit waktu untuk merespons.
Simak Video "Video Rudal Iran Hantam Haifa Israel, 9 Orang Terluka"
(afr/afr)