Pendikte Pesan Suara Mencoba Halau Kecelakaan
- detikInet
Jakarta -
Berkirim pesan ataupun menelepon saat sedang mengendarai mobil tampaknya merupakan hal sepele, namun gara-gara hal sepele ini telah banyak terjadi kasus kecelakaan lalu lintas karenanya.Oleh karena itu, di beberapa negara berkirim pesan (SMS) ataupun menelepon ketika tengah berkendara sangat 'diharamkan'. Bagi yang melanggar, harus siap-siap dikenai sanksi penjara atau denda.Untuk mengakali hal tersebut dua perusahaan -- Microsoft dan Nuance -- kini tengah mengembangkan sebuah alat yang memungkinkan pengendara mobil untuk mendiktekan pesan ke mobil. Pesan suara tersebut kemudian akan diterjemahkan oleh mobil ke dalam bentuk pesan SMS, dan selanjutnya dapat dikirim.Softpedia yang dikutip detikINET, Kamis (11/10/2007) melansir, teknologi tersebut kini tengah dalam tahap uji coba. Jika terbukti sukses, ada peluang teknologi ini bakal dikembangkan untuk menggunakannya di e-mail. Berkirim pesan dengan menggunakan perintah suara dianggap sebagai suatu langkah revolusioner. Pasalnya, teknologi ini tidak hanya dapat digunakan saat terjadi kemacetan lalu lintas saja, tetapi juga saat sedang malas mengetik SMS yang terlalu panjang. Meski demikian, untuk dapat mengaplikasikan teknologi ini pengguna harus memiliki mobil.Sementara bagi para pengendara mobil hal ini merupakan suatu kabar gembira. Sebab, mereka nantinya dapat berkirim pesan dengan aman. Angka kecelakaan pun diharapkan bakal berkurang degan hadirnya teknologi ini.Uji coba teknologi ini sendiri direncanakan bakal berakhir di akhir tahun. Selanjutnya, piranti tersebut akan coba ditautkan ke dalam Mercedes C-Class terbaru, sedangkan untuk jenis mobil lain akan menyusul.
(ash/ash)