×
Ad

Dari ITB ke Hackathon OpenAI, Begini Jalan Jadi AI Engineer

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 17 Mar 2026 10:15 WIB
Dari ITB ke Hackathon OpenAI, Begini Jalan Jadi AI Engineer. Foto: doc Pribadi
Jakarta -

Profesi AI engineer kini menjadi salah satu pekerjaan teknologi yang paling banyak dibicarakan di dunia. Perkembangan kecerdasan buatan yang sangat pesat membuat kebutuhan akan talenta di bidang ini terus meningkat.

Kisah tiga developer asal Indonesia ini menjadi contoh menarik. Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry berhasil meraih juara kedua dalam OpenAI Codex Hackathon di Singapura lewat proyek AI bernama GambitHunter, sistem yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi situs judi online di internet.

Perjalanan mereka menuju dunia AI tidak terjadi secara instan. Semuanya dimulai dari pendidikan teknologi di kampus hingga pengalaman membangun proyek dan berkarier di industri teknologi global.

Belajar Coding Sejak Bangku Kuliah

Ketiganya memiliki latar belakang pendidikan teknologi, termasuk dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Steven dan Ilham merupakan alumni teknik informatika ITB satu angkatan, sementara Rey mengawali karier teknologinya setelah menyelesaikan pendidikan di Batam.

Ilham Firdausi Putra. Foto: doc Pribadi

Di masa kuliah, mereka mulai mendalami berbagai dasar ilmu komputer seperti algoritma, struktur data, hingga pemrograman. Ilham bahkan tercatat aktif mengikuti lebih dari 20 kali kompetisi hackathon selama masa kuliahnya.

"Memang hobi. Setelah lulus tentu saja frekuensinya berkurang, namun akhir-akhir ini jadi tertarik lagi dikarenakan munculnya coding agent atau tools seperti OpenAI Codex yang membuat proses pengembangan menjadi lebih mudah," ujar Ilham.

Pengalaman belajar di kampus menjadi fondasi penting sebelum mereka masuk ke teknologi yang lebih kompleks seperti machine learning dan kecerdasan buatan.

Menurut Steven Sukma Limanus, perjalanan menjadi developer sering dimulai dari rasa ingin tahu terhadap teknologi. "Yang penting terus eksplorasi dan membangun sesuatu. Dari situ kita bisa belajar banyak," ujar Steven yang kini bekerja sebagai software engineer di Razer, fokus pada pengembangan produk AI.

Pertemuan mereka bertiga berawal saat sama-sama mendapatkan pekerjaan pertama di Shopee Singapore dan tinggal berdekatan, yang kemudian membuat mereka sering berkumpul dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti hackathon bersama.

Steven Sukma Limanus. Foto: doc Pribadi

Skill Penting untuk Jadi AI Engineer

Seiring berkembangnya teknologi AI, ada beberapa keterampilan yang dinilai penting untuk dikuasai developer. Salah satunya adalah kemampuan programming, terutama bahasa yang banyak digunakan dalam pengembangan AI seperti Python. Selain itu, pemahaman mengenai machine learning juga menjadi bekal penting untuk membangun sistem berbasis kecerdasan buatan.

Menurut Ilham Firdausi Putra yang kini bekerja di perusahaan quantitative trading, perkembangan AI yang sangat cepat membuat developer harus terus belajar teknologi baru. "Kami melihat teknologi AI berkembang sangat pesat akhir-akhir ini. Setiap major AI lab seperti OpenAI, Anthropic, DeepMind, dan Mistral semuanya mengadakan hackathon dalam 4 minggu terakhir. Developer harus terus mencoba tools dan pendekatan baru," kata Ilham.

Reynaldo Wijaya Hendry Foto: doc Pribadi

Ia juga baru saja mengikuti hackathon lain dan membangun Pasal.id, sebuah antarmuka untuk mengindeks dan mengurai seluruh peraturan perundangan di Indonesia yang selama ini terkunci dalam format PDF, menjadi sesuatu yang terhubung dengan AI, mudah dicari dan dijelajahi lewat handphone.

Selain kemampuan teknis, kemampuan problem solving juga menjadi faktor penting karena AI engineer harus mampu merancang solusi teknologi untuk berbagai persoalan yang kompleks. Bagi Rey yang baru pertama kali mengikuti hackathon, pengalaman ini membuka wawasan baru.

"Ini pengalaman pertama saya untuk mengikuti hackathon. Sejujurnya sangat excited tapi juga cukup grogi," aku Reynaldo Wijaya Hendry yang kini bekerja di GovTech Singapore.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork