×
Ad

AI Pemburu Judol

AI Buatan Anak RI Ini Bisa Bongkar Rekening Bandar Judol

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 16 Mar 2026 10:15 WIB
AI buatan anak RI ini bisa bongkar rekening bandar judol (Foto: Dok OpenAI)
Jakarta -

Judi online masih menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Meski ribuan situs telah diblokir pemerintah, praktik perjudian digital terus bermunculan dengan domain baru dan metode transaksi yang semakin beragam.

Melihat fenomena tersebut, tiga developer asal Indonesia menciptakan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama GambitHunter. Sistem ini dirancang untuk menjelajah situs judi online secara otomatis dan mengekstrak informasi penting seperti nomor rekening yang digunakan bandar untuk menerima deposit.

Proyek ini dikembangkan oleh Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry. Berkat inovasi tersebut, tim mereka berhasil meraih juara kedua dalam OpenAI Codex Hackathon di Singapura.

AI Pemburu Situs Judi Online

GambitHunter dirancang bekerja dalam dua tahap utama. Pertama, sistem AI akan melakukan eksplorasi dan identifikasi situs yang diduga merupakan platform judi online.

AI agent akan mencari daftar situs mencurigakan dari berbagai sumber di internet. Setelah itu, model AI akan menganalisis konten situs untuk menentukan apakah situs tersebut benar-benar platform judi online atau bukan.

Menurut Steven Sukma Limanus, sistem ini memulai proses dengan mencari situs-situs yang dicurigai sebagai platform perjudian.

Tim GambitHunter saat OpenAI Codex Hackathon Singapura Foto: Dok OpenAI

"Pada tahap eksplorasi kita berusaha mencari situs judi online dari beberapa sumber. Ada AI agent yang secara otomatis melakukan hal ini," kata Steven saat dihubungi detikINET.

Setelah daftar situs terkumpul, sistem AI kemudian melakukan proses analisis untuk memastikan apakah situs tersebut benar-benar merupakan platform judi online.

Tim menggunakan model AI untuk melakukan klasifikasi situs secara otomatis.

"Iya, kita menggunakan AI untuk hal tersebut. Jadi agen eksplorasi ini akan mencoba mengumpulkan daftar situs judol potensial sebanyak mungkin, lalu menggunakan model OpenAI GPT 5.2 untuk mengklasifikasikan apakah website tersebut benar-benar situs judi online," jelas Reynaldo Wijaya Hendry, yang akrab disapa Rey.

Mengekstrak Rekening Bandar

Jika sebuah situs teridentifikasi sebagai platform judi online, GambitHunter masuk ke tahap kedua yaitu ekstraksi data.

Tim GambitHunter Foto: Dok OpenAI

Di tahap ini, AI mencoba menemukan jalur transaksi yang digunakan oleh bandar.

"Setelah situs judi online didapatkan, AI agent ekstraksi akan berusaha mengambil seluruh nomor rekening atau nomor HP yang digunakan bandar untuk deposit," ujar Steven.

Untuk melakukan hal ini, AI bahkan dapat membuat akun dummy dan menelusuri halaman pembayaran di situs tersebut.

Menurut Rey, saat ini sistem sudah mampu mengumpulkan beberapa jenis bukti penting.

"Saat ini kami sudah dapat mengekstrak gambar dan nomor rekening. Secara teknis, sebenarnya juga memungkinkan untuk mengambil percakapan dengan customer service jika diperlukan," kata Rey.

Pendekatan ini dinilai penting karena rekening pembayaran biasanya lebih sulit diganti dibanding domain situs.




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork