Punch, bayi monyet Jepang yang mencuri hati pecinta hewan di seluruh dunia, kini mulai tumbuh besar dan tak lagi terlalu bergantung pada boneka Ikea Djungelskog miliknya. Boneka orangutan tersebut sebelumnya jadi pelipur laranya setelah ia ditolak induknya dan kera-kera lain.
Foto-foto dan video bayi berusia tujuh bulan yang menyeret mainan lebih besar dari tubuhnya itu menarik perhatian dunia terhadap kebun binatang kota Ichikawa di dekat Tokyo. Saat monyet-monyet lain mengusirnya, Punch bergegas ke boneka orangutan tersebut, memeluknya erat.
Namun, ia kini makin jarang menggunakan mainannya dan mulai berbaur dengan monyet lain di kebun binatang, di mana pengunjung berbondong melihatnya melewati masa-masa sulit. Baru-baru ini, Punch memanjat punggung monyet lain, duduk bersama monyet dewasa, dan kadang dirawat bulunya atau dipeluk.
"Senang rasanya melihatnya tumbuh dan saya lega. Dia sangat menggemaskan!" ujar Sanae Izumi, penggemar berusia 61 tahun dari Osaka yang datang ke kebun binatang karena mengkhawatirkan Punch. Pengunjung lain juga mengunggah video Punch yang memperlihatkan dirinya mulai berbaur.
"Membantu Punch mempelajari aturan dalam kelompok sosial monyet dan diterima sebagai anggota adalah tugas terpenting kami," kata Kosuke Kano, penjaga kebun binatang.
Ditelantarkan Akibat Stres Lingkungan
Punch ditelantarkan induknya setelah dilahirkan, mungkin karena kelelahan. Penjaga kebun binatang merawatnya dan memberinya mainan untuk melatih insting berpegangan erat, sebuah kemampuan yang dibutuhkan bayi monyet yang baru lahir untuk bertahan.
Ia kemudian terekam beberapa kali diseret dan dikejar monyet Jepang yang lebih tua. Video awal menunjukkan ia berkeliaran sendirian dengan mainan itu setelah diusir monyet lain, dan memeluknya erat saat diganggu.
Video tersebut memunculkan pertanyaan tentang mengapa monyet menelantarkan bayi. Alison Behie, pakar primatologi Australian National University, mengatakan penelantaran semacam itu tidak biasa namun bisa terjadi pada kondisi tertentu terkait faktor usia, kesehatan, dan kurangnya pengalaman.
"Dalam kasus Punch, induknya adalah ibu yang baru pertama kali melahirkan, yang menunjukkan kurangnya pengalaman. Penjaga kebun binatang juga menyebut Punch lahir saat gelombang panas, yang merupakan lingkungan dengan tingkat stres tinggi," jelasnya.
Ketika foto dan videonya bersama mainan tersebut viral, Punch jadi sangat populer hingga kebun binatang harus memberlakukan aturan baru. Mereka membatasi waktu kunjungan maksimal 10 menit guna mengurangi stres pada sekitar 50 monyet di kandang.
Para petugas kebun binatang kini merasa lega bahwa Punch menghabiskan jauh lebih sedikit waktu dengan teman bonekanya itu.
"Ketika dia mulai melepaskan diri dari boneka tersebut, itu mendorong kemandiriannya, dan itulah yang kami harapkan," ujar direktur kebun binatang, Shigekazu Mizushina. Walau Punch masih tidur dengan mainannya tiap malam, Mizushina berharap Punch segera tidur bersama monyet-monyet lain.
Simak Video "Video: Dihujat Fans, Sutradara One Punch Man Season 3 Tutup Akun Medsos"
(fyk/rns)