Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Munas APTIKOM 2007
'Perguruan Tinggi Perlu Direvitalisasi'
Munas APTIKOM 2007

'Perguruan Tinggi Perlu Direvitalisasi'


- detikInet

Jakarta - Perguruan tinggi, khususnya di bidang teknologi informasi (TI) harus melakukan revitalisasi, agar perannya sebagai agen perubahan tak pudar ditelan zaman. Hal tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam Rakornas Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2007 yang berlangsung di Hotel Inna Sindhu Beach, Sanur - Bali.Ketika memberikan pengantar, praktisi TI Jos Luhukay memaparkan salah satu contoh bagaimana revitalisasi tersebut dapat dilakukan secara tanggung-renteng. Dengan membangun jejaring konten e-learning secara bersama, menurut Jos, maka antar perguruan tinggi akan bisa saling melengkapi bidang keilmuannya berdasarkan kompetensi masing-masing."Sudah saatnya dosen saling berbagi materi kuliahnya secara online agar pembelajaran sumber daya untuk menjalankan e-learning bisa ditanggung bersama," ujar Jos. Untuk itu, menurutnya, perlu adanya semacam e-learning clearinghouse."Nanti e-learning clearinghouse yang akan mengatur masalah royalti dan hak cipta atas pemakaian materi perkuliahan yang dibuat oleh dosen atau perguruan tinggi tersebut. Dengan demikian mahasiswa atau dosen bisa menggunakan materi perkuliahan berkualitas yang telah ada, tanpa harus melakukan investasi yang mahal," tambahnya.Hal lain yang dapat dilakukan oleh e-learning clearinghouse, menurut Jos, adalah adanya kesempatan untuk mendapatkan buku materi perkuliahan yang ditulis oleh pakar atau penulis luar negeri dengan harga yang lebih murah. Caranya, menurut Jos, adalah dengan membeli materi tersebut dalam bentuk digital, dengan kuantitas yang banyak. "Jadi mahasiswa bisa mendapatkan materi perkuliahan yang berbobot tanpa melanggar hak cipta," ujar Jos.Pada kesempatan yang sama, Jos juga menyoroti kurangnya penanaman aspek kewirausahaan bagi mahasiswa, termasuk yang bergelut di bidang TI. "Kita kadang lengah. Setelah mereka lulus, lalu dibiarkan saja mereka mendapat pekerjaan atau tidak," ujar Jos. Jos berpendapat bahwa sudah seharusnya mata kuliah terkait dengan kewirausahaan menjadi bekal para mahasiswa ketika lulus."Jadi lulusan perguruan tinggi bisa menjadi penghasil kesempatan, bukan lagi sekedar memanfaatkan kesempatan. Mereka (lulusan perguruan tinggi) harus diajari tentang kewirausahaan, misalnya bagaimana mencari modal melalui bank dan pengembangan usaha," tandas Jos.Pada malam sebelumnya, Rakornas APTIKOM 2007 dibuka oleh Wakil Gubernur Bali IGN. Kesuma Kelakan dan Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo Aizirman Djusan. Rakornas hari ini dijadwalkan akan berisi sejumlah sidang komisi bidang konten dan sumber daya, bidang pengembangan institusi, bidang kemitraan, bidang publikasi - konferensi dan bidang organisasi - humas.Sejumlah mitra industri dan pemangku kepentingan pun akan turut menyampaikan harapannya kepada sekitar 325 peserta rakornas dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia.Beberapa mitra tersebut diantaranya adalah Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (ASPILUKI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), LSP Telematika, Masyrakat Telematika (MASTEL), Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN), Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). Esok hari, sebelum penutupan rakornas, akan dilakukan penandatanganan kerjasama dan kesepahaman antara APTIKOM dengan sejumlah mitra dan pemangku kepentingan tersebut. (dbu/dbu)







Hide Ads