Menkominfo: Pendidikan Konservatif Sudah Tak Cukup
- detikInet
Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan metode pendidikan konservatif tidak mungkin memenuhi tujuan memeratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas pulau-pulau. Menurutnya, cara yang harus ditempuh adalah dengan metode e-learning. Hal itu diungkapkan Nuh di acara National Education Congress Acer 2007 di Hotel ShangriLa, Jakarta, Rabu (1/8/2007). "Tidak mungkin pendidikan konservatif bisa melakukannya, karena costly (berbiaya mahal-red)," ujar Nuh. Selain itu Nuh mengatakan ada kendala dari sangat beragamnya pemberi dan penerima ilmu di Indonesia. Padahal, ke depannya, Indonesia harus bisa memperkecil kesenjangan di bidang pendidikan dan digital.Untuk itu, ada beberapa persiapan yang menurut Nuh harus diselesaikan terlebih dahulu. Salah satunya adalah faktor socio-readiness (kesiapan sosial) yaitu kesiapan masyarakat untuk menerima dan memanfaatkan sistem dan perangkat ICT. "Jadi langkah awalnya, butuh e-literacy. Dan dibutuhkan suatu gerakan massal seperti misalnya pengenalan komputer," tukas Nuh.Selain itu perlu diperhatikan juga soal konten dan infrastruktur. Nuh mengatakan tidak mungkin Indonesia selalu menggunakan konten dari luar, karena pendekatannya berbeda dengan masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk infrastruktur dianggap Nuh sangat diperlukan untuk mendukung operasional e-learning. "Maka dari itu kita bertekad membangun Palapa Ring. Bahan-bahan materi pendidikan yang dipersiapkan berbagai universitas, serta dari Depdiknas, nantinya bisa langsung di-upload untuk diterima oleh wilayah yang lain," papar Nuh.
(wsh/wsh)