Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penggiat Open Source Lebih 'Banyak Omong' Daripada Kerja

Penggiat Open Source Lebih 'Banyak Omong' Daripada Kerja


- detikInet

Jakarta - Penetrasi sistem operasi dan aplikasi berbasis software open source di Indonesia dinilai lamban karena komunitas pengembangnya lebih "banyak omong" daripada aksi nyatanya.Padahal, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, open source sangat diharapkan menjadi jawaban untuk mengentaskan penggunaan software ilegal di Tanah Air."Kita agak lamban menggarap open source karena lebih banyak diskusinya ketimbang ngerjainnya," selorohnya di hadapan para pengusaha TIK yang tergabung dalam Komite Tetap Kadin Telematika, di Wisma Kadin, Selasa petang (31/7/2007)."Padahal mereka (komunitas open source Indonesia - red.) tinggal bilang, butuh biaya berapa untuk mengembangkannya agar bisa digunakan masyarakat secara user friendly," tambahnya.Nuh mengatakan, Departemen Komunikasi dan Informatika saat ini telah berhasil mengembangkan software yang bisa digunakan untuk proses migrasi, khususnya bagi warung internet (warnet) yang kerap jadi sasaran sweeping kepolisian karena masalah penggunaan sofware bajakan."Software open source ini sudah bisa diunduh melalui situs www.foss.web.id. Di dalamnya juga disertakan 40 program aplikasi yang bisa digunakan layaknya aplikasi yang ada di software proprietary," tuturnya. (rou/dbu)





Hide Ads