Menkominfo:
Jurang Digital Indonesia Sudah Sangat Tinggi Sekali
- detikInet
Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh tidak mau mengatakan bahwa tingkat kesenjangan digital (digital divide) di Indonesia sudah tinggi. Namun, ia lebih memilih mengatakan jurang tersebut sudah sangat tinggi sekali.Menurut Nuh, kesenjangan digital itu bisa dilihat dari beberapa parameter. Yaitu IT literacy, penetrasi komputer, harga bandwitdh serta ketersediaan broadband. Itulah beberapa faktor yang bisa dijadikan indikator kesenjangan digital di Indonesia."Kesenjangan digital di Indonesia itu komplit. Bayangkan saja, jika Anda pergi ke Papua di sana masih ada yang hidup seperti zaman batu, tetapi di sini di Thamrin Jakarta sudah zaman masa kini," ujar Nuh saat ditemui di The Habibie Center Jakarta, Selasa petang (24/7/2007).Jadi di Indonesia seakan-akan masyarakat berada dalam satu kapsul, karena di dalamnya terdapat zaman tani, perdagangan dan zaman informasi. Sehingga kesenjangan digital di negara ini bukan dikatakan sudah tinggi, tetapi sudah sangat tinggi sekali, tegasnya."Untuk itu kita berusaha menekan gap tersebut, bukan dari atas yang diturunin tetapi yang di bawah ini yang harus cepat dinaikkan sambil yang di atas tetap dengan percepatan biasanya," tukas Nuh.Cara MengatasiIa mencontohkan, ketertinggalan yang terjadi di wilayah Indonesia bagian timur yang harus segera didorong dalam merasakan teknologi informasi (TI). Caranya, tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tetapi harus disertai dengan adanya insentif-insentif khusus untuk pengembangan ICT (Information & Communication Technology) di wilayah tersebut."Kalau dibiarkan maka tidak ada yang mau investasi di sana karena daya beli lemah, transaksi bisnis tidak secepat di Indonesia bagian barat sehingga hitungan bisnisnya tidak begitu mengenakkan. Makanya harus ada insentif," lanjut NuhInsentif yang dimaksud Nuh itu berangkat dari tiga hal. Yakni kebijakan, pricing (penetapan harga) dan mengundang investor. "Kita kan tidak bisa membiarkan karena di sana daya belinya rendah, makanya harus ada perbedaan harga sehingga memberikan iklim investasi yang menggairahkan," jelasnya.Sebab jika terus dibiarkan, menurut Nuh, jurang kesenjangan ini akan semakin parah dan malah merambah faktor lain. "Yang namanya gap, apalagi gap IT itu menempatkan informasi sebagai resources. Artinya, resources yang melekat di daerah itu (yang tertinggal-red) sangat kecil," imbuhnya.Sehingga lama kelamaan percepatan pembelajaran akan berbeda, maka nanti secara total yang terjadi tidak hanya kesenjangan digital tetapi juga menjadi kesenjangan sosial (social divide), Nuh menandaskan.
(ash/wsh)