Gara-gara Software P2P, Data Rahasia Polisi Bocor
- detikInet
Jepang -
Seorang polisi Jepang dipecat karena dinyatakan bersalah atas kebocoran informasi rahasia melalui software file sharing peer-to-peer (P2P) bernama Winny yang terinstall di komputer kerjanya.Sang polisi yang kini harus menanggalkan seragamnya itu rupanya tidak menyadari bahwa melalui software tersebut, data-data penting nan rahasia milik kantornya bisa diakses pengguna software yang sama melalui jaringan P2P.Ia secara tidak sengaja membeberkan identitas pribadi dengan detail dari sebanyak 12.000 orang yang didapatkan polisi dalam investigasi kriminal di kantor Departemen Kepolisian Tokyo.Selain itu, sekitar 6600 dokumen kepolisian dinyatakan bocor termasuk laporan interogasi serta dokumen pernyataan korban kriminal. Parahnya, diantara file-file super rahasia itu terdapat daftar nama, alamat serta informasi pribadi dari 400 anggota geng Yakuza yang sangat ditakuti di Jepang.Sebenarnya, Departemen Kepolisian Tokyo mempunyai kebijakan untuk tidak menginstal software ini di komputer yang dipakai petugas. Tapi secara tak diduga si polisi naas itu malah nekat mencoba.Alhasil, seperti dikutip detikINET dari The Register, Minggu (22/7/2007), ia pun dinyatakan bersalah telah melanggar setidaknya sepuluh macam peraturan disiplin kepolisian."Kepolisian Jepang terpaksa mengambil tindakan tegas pada polisi ini karena melanggar aturan tidak diperbolehkannya menginstall software file sharing tersebut," demikian catatan dari Graham Cluley, konsultan teknologi senior di perusahaan keamanan komputer, Sophos.Apalagi ini bukan kasus pertama di Jepang. Sebelumnya, lewat Winny pula, data dari Tentara Bela Diri Jepang diduga bocor lewat jaringan P2P tersebut.
(ash/ash)