'Hacker' Serbu Kota Semarang
- detikInet
Semarang -
Ajang National Hacking Competition 2007 mampir di kota Semarang. Kompetisi antar hacker ini sebelumnya telah berlangsung di kota Medan, Padang dan Bandung lalu berlanjut ke kota-kota lainnya. Tak pelak lagi, kota atlas pun diguncang hacker yang ingin adu kepandaian.Michael S. Sunggiardi, praktisi komputer sekaligus penggagas acara ini menandaskan bahwa latar belakang kompetisi adalah memfasilitasi kaum muda yang gemar dengan kegiatan hacker untuk berkompetisi secara sehat sekaligus berbagi ilmu diantara mereka."Ajang ini bisa menjadi sarana untuk mengumpulkan orang-orang pintar. Dalam artian, kalau mereka hanya pintar di rumah aja kan nggak ada pengakuan. Nah, kalo di sini mereka menang, berarti mereka benar-benar jago," tandas Michael saat ditemui detikINET di Plasa Simpang Lima Semarang, Sabtu (7/7/2007).Lebih lanjut, National Hacking Competition ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah tahun lalu ajang serupa juga diadakan. Beberapa peserta yang ikut kali ini ternyata juga mengikuti ajang serupa tahun lalu."Saya kemarin juga ikut meski tidak menang," sahut Nugroho, salah satu peserta dari UNISBA. Ia berharap ajang ini bisa berlangsung setiap tahun sehingga selalu ada kesempatan untuk menang."Kita memang berharap kompetisi ini bisa berlangsung kontinyu tiap tahun. Kami sih inginnya begitu. Tapi itu juga bergantung dengan adanya sponsor atau tidak karena biaya acara ini lumayan besar. Apalagi kita mengadakannya di sepuluh kota di seluruh Indonesia," tanggap Michael.Di bawah TargetSebanyak 68 peserta hadir dalam kompetisi ini. Jumlah ini masih di bawah target 101 peserta yang dicanangkan panitia. Maka, beberapa kursi pun kelihatan kosong."Mungkin stigma bahwa hacker identik dengan kejahatan membuat banyak anak muda takut mengembangkan hobinya ini. Padahal, justru dengan ajang ini kita buktikan bahwa hacker adalah orang pintar dengan kemampuan di atas rata-rata," tambah Michael.Mengenai perkembangan hacker di Indonesia sendiri, Michael menganggap masih sporadis. Belum ada komunitas khusus hacker sehingga hobi 'hacker' pun masih dianggap sebagai hal aneh. Namun dengan keberadaan ajang ini, ia berharap agar anak muda tak ragu menjadi hacker untuk tujuan kebaikan.Perlombaan ini sendiri berlangsung di Plasa Simpang Lima sejak pukul 12.00 WIB. Para peserta yang berlaga secara perorangan maupun berdua harus memcahkan berbagai kode dan tipuan rahasia untuk mendapatkan beberapa gambar. Gambar itu diletakkan di salah satu dari tiga server yang ada di arena perlombaan. Hanya saja, ISP server itu tidak diberitahukan sehingga perlu 'keahlian khusus hacker' untuk mengetahuinya.
(dwn/dwn)