Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Remaja Mudah Terbuai Kejahatan Dunia Maya

Remaja Mudah Terbuai Kejahatan Dunia Maya


- detikInet

Jakarta - Anggapan umum tentang ancaman kejahatan Internet pada kaum muda sering membuat orangtua berusaha melindungi anaknya dengan cara yang tidak efektif.Sebagian masyarakat percaya bahwa penjahat internet mungkin akan mendatangi anak muda kemudian menggerayangi, menculik, memperkosa secara paksa atau bahkan lebih buruk lagi. Namun sebenarnya, kenyataan yang terjadi berbeda dari asumsi umum.Menurut David Finkelhor, direktur Crimes Against Children Research Center (CCRC) Universitas New Hampshire, Amerika Serikat, remaja justru biasanya pergi secara sukarela bersama orang dewasa yang mereka temui di Internet. Bahkan mereka jatuh cinta kepada kenalannya itu dan melawan polisi yang ingin menolong mereka.Dari seluruh kasus kejahatan Internet yang menimpa kaum muda, hanya 5 persen yang melibatkan kekerasan, 3 persen merupakan penculikan dan 4 persen dari para penjahat merahasiakan umur mereka. Sebanyak 80 persen kasus ternyata secara eksplisit menyatakan keinginan seksual mereka tanpa paksaan.Meskipun pihak yang berwewenang telah bekerjasama dengan orangtua untuk melindungi anak-anak mereka, beberapa anak justru tidak percaya pada orangtua mereka. Mereka biasanya merupakan korban dari pelecehan seksual atau kekerasan oleh keluarga mereka sendiri.Menurut Dana Boyd, peneliti dari Universitas California, Berkley seperti dikutip detikINET dari itnews, Selasa (19/6/2007), alasan anak muda sering surfing di internet adalah untuk menghindari situasi buruk di rumah mereka. Anggapan bahwa internet merupakan daerah berbahaya sementara rumah merupakan kawasan yang aman seringkali berarti sebaliknya."Saya pernah bicara pada seorang lelaki muda di Iowa yang baru saja keluar dari rumah sakit karena ayahnya yang pemabuk melukainya," kata Boyd. "Dia pergi online karena disana ada sebuah komunitas orang yang sungguh-sungguh menyayanginya," imbuhnya.Karena itu, orangtua dan orang-orang dewasa perlu berdialog secara jelas dengan anak-anak muda tentang subyek sensitif seperti gairah remaja akan cinta dan petualangan serta hubungannya dengan bahaya di Internet secara umum."Sayangnya itu tidak mudah," tandas Finkelhor. "Hal ini bisa diumpamakan seperti melarang anak muda untuk minum-minum atau merokok. Cara biasa tidak akan bekerja dengan baik. Strategi yang efektif melibatkan sisi psikologis kaum muda. Menurut saya, kita belum mendapatkan cara yang paling tepat," ungkapnya. (dwn/ash)





Hide Ads