Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Larangan Pakai Ponsel Makin Gencar

Larangan Pakai Ponsel Makin Gencar


- detikInet

Jakarta - Tidak semua negara mengizinkan pemakaian ponsel. Di Korea Utara, larangan memakai ponsel makin gencar diberlakukan. Aparat tak segan-segan menindak warga yang kedapatan memiliki atau memakai ponsel.Cellular-News yang dikutip detikINET, Senin (18/6/2007) melaporkan, Korea Institute for National Unification dalam white paper-nya mengungkap bahwa pemerintah Korea Utara makin gencar menindak mereka-mereka yang menyebarkan leaflet Korea Selatan, menjual video dan menggunakan ponsel, tanpa menyebutkan jumlah dan bentuk hukuman yang diberlakukan.Korea Utara pernah memanfaatkan jaringan GSM yang dibangun di zona perdagangan bebas Rason (dulunya Rajin-Sonbong) oleh sebuah konsorsium swasta, Loxley Pacific. Jaringan telepon lainnya adalah Pyeongyang dan Hyangsan, Pyeongyang dan Gaeseong dan Wonsan dan Hamheung, tidak diketahui siapa yang membangunnya atau teknologi apa yang digunakan.Jaringan-jaringan tersebut kini sudah mati, atau setidaknya dilarang untuk keperluan publik menyusul tragedi ledakan di kereta pada tahun 2004.Sementara tidak ada jaringan telepon yang tersedia untuk publik, pebisnis di Korea Utara banyak mengandalkan Jaringan telepon Cina yang sinyalnya menjangkau zona perbatasan.Ponsel dan produk seluler seperti kartu telepon dan pulsa isi ulang jadi komoditas pasar gelap yang laris di Korea Utara. Barang-barang tersebut diseludupkan dari Cina. Rebecca MacKinnon, penulis di YaleGlobal pada Januari 2005 melansir bahwa larangan penggunaan ponsel tersebut tidaklah sukses, karena banyak ditentang pebisnis dan kaum elit di Korea Utara. Sampai awal 2005, sedikitnya 20.000 warga Korea Utara diyakini memiliki akses ke jaringan telepon Cina.Akses Internet hanya dimiliki oleh sedikit warga, dan biasanya memakai jaringan milik perusahaan telekomunikasi Cina.Foto: warga Korea Utara yang menggunakan ponsel di Pyongyang sebelum adanya larangan. (sumber: Chosun.com) (nks/nks)





Hide Ads