Larangan SMS Berita Menuai Kritik
- detikInet
Yaman -
Kelompok pembela kebebasan pers, Reporters Without Borders (RWB) mengkritik tindakan pemerintah Yaman yang melarang penyebaran berita lewat SMS, dan menutup sejumlah situs Internet."Sangat disayangkan, pemerintah Yaman menyerang teknologi baru dengan cara seperti ini," ungkap pernyataan Reporters Without Borders, seperti dilansir NieuwsBank, dan dikutip detikINET, Rabu (13/6/2007). "Tindakan ini tidak menunjukkan adanya keterbukaan pikiran terhadap media oposisi dan arena-arena berekspresi yang baru ini memberi peluang segar bagi media. Pihak berwenang kembali menunjukkan determinasi mereka dalam mengontrol berita dan informasi yang mengkritik mereka," papar pernyataan tersebut. RWB menyayangkan kebijakan pemerintah Yaman yang memerintahkan penutupan situs al-Shora, yang rutin menulis artikel oposisi. Situs tersebut baru dibuka kembali pada 23 Mei, setelah sebelumnya ditutup pada 24 Februari. Situs sosialista aleshteraki juga ditutup selama seminggu, dari 16 sampai 23 Mei.Kementerian informasi dan telekomunikasi Yaman telah melarang layanan distribusi berita lewat SMS, dengan alasan tidak ada kontrol yang memadai untuk layanan tersebut. Akan tetapi, pihak kementerian mengatakan bahwa pemerintah bisa menawarkan layanan serupa.SMS berisi kritik terhadap pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh telah beredar di Yaman, beberapa minggu sebelum pemerintah mengeluarkan larangan tersebut. Partai-partai oposisi menampik ada di balik peristiwa tersebut. Pada 7 Juni, pemerintah setempat mengumumkan dimulainya debat publik mengenai undang-undang pers yang baru, yang diantaranya menyinggung soal kebijakan media baru.
(nks/nks)