Ilmuwan Pakai GPS untuk Melacak Anjing Laut
- detikInet
Denmark -
Para ilmuwan Denmark kini mulai melibatkan perangkat teknologi untuk penelitian seputar anjing laut. Koloni anjing laut yang akan menjadi sasaran mereka adalah koloni yang berada di kawasan Atlantik.Mereka akan memantau arah migrasi anjing laut dengan menggunakan satelit. Satelit akan menangkap sinyal yang dikirimkan oleh keping pemantau yang ada pada tubuh anjing laut. Untuk itu para ilmuwan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS).Proyek yang digawangi oleh Greenland Institute of Natural Resources and the Danish Polar Centre ini akan berjalan selama satu hingga dua bulan. Pasalnya, keping pemantau hanya mampu melekat di tubuh anjing laut selama kurun waktu tersebut.Data yang diperoleh selama rentang waktu itu dianggap telah mencukupi sebagai kelengkapan penelitian untuk tahun-tahun mendatang.Dikutip detikINET dari BBC News, Rabu (4/4/2007), selama ini arah migrasi serta keberadaan anjing laut di kawasan es tertentu masih menjadi misteri. Selain itu, penelitian ini juga mencoba mengetahui seberapa besar dampak eksplorasi minyak terhadap kehidupan mereka."Kami ingin tahu kemana anjing laut itu pergi," ujar Profesor Erik Born, ilmuwan senior yang juga sebagai penanggung jawab proyek.Nantinya, selama dua minggu para peneliti berada di lautan dan berharap dapat memasang 10 keping pemantau pada badan anjing laut. Pemasangan itu sendiri menggunakan senjata CO2 yang ditembakkan dari kapal.Lebih lanjut keping pemantau yang memberikan tanda sedang berada dalam air akan mengirimkan sinyal. Sinyal tersebut lalu akan tertangkap ke satelit sehingga koordinat keberadaan anjing laut pun dapat terdeteksi.Para peneliti akan terus memantau keberadaan anjing laut dari hari ke hari. Pemantauan ini juga dapat dilakukan oleh para pengguna Internet di seluruh dunia dari situs BBC News yang menyediakan peta Walrus Watch.
(lni/dwn)