Ponsel Bantu Perangi AIDS di Afrika
- detikInet
Barcelona -
Berbagai cara kini digunakan untuk menghadang laju penyebaran penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peningkatan penggunaan ponsel di kalangan masyarakat. Proyek ini disebut "Phones-for-Health" (ponsel untuk kesehatan-red) dan baru akan dijalankan di kawasan Afrika sebagai benua dengan penyebaran AIDS tercepat di dunia.Lalu bagaimana caranya? Adalah dengan menambahkan sebuah software ke ponsel milik pekerja kesehatan yang berada di lapangan sehingga dapat mengakses informasi kesehatan yang tergolong kritis dari pusat data secara realtime.Selanjutnya Informasi tersebut akan dikirimkan melalui koneksi mobile GPRS standar atau bagi yang tidak tersedia fitur tersebut dilakukan via SMS. Proyek ini juga menggandeng Motorola untuk menyediakan perangkat ponsel yang akan digunakan petugas di lapangan.Ide awal proyek ini karena didasarkan pada semakin meningkatnya penggunaan dan penerapan teknologi perangkat mobile di dunia, yang juga terjadi di beberapa negara Afrika. Menurut GSM Association, perwakilan grup industri operator mobile dunia, lebih dari 60 persen masyarakat Afrika saat ini tinggal di area coverage jaringan ponsel, dan diperkirakan jumlah itu akan meningkat menjadi 85 persen di 2010."Lonjakan penyebaran jaringan ponsel yang melalui negara berkembang telah menciptakan suatu keuntungan unik, yang dapat ditransformasikan suatu negara untuk menghadang tantangan kesehatan global," ujar Howard Zucker, assistant director general World Health Organization (WHO), seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (14/2/2007).Proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek uji coba yang sebelumnya dilakukan di Rwanda yang dianggap sukses, yang selanjutnya akan coba didaptasikan di 10 negara Afrika lain guna memerangi AIDS.Ketika peluncuran resmi yang berlangsung di acara "3GSM Conference" di Barcelona, Spanyol, baru operator telekomunikasi asal Afrika Selatan, MTN, yang bersedia menjadi partner dalam proyek sosial ini. Untuk ke depannya, diharapkan program sejenis dapat pula diterapkan di kawasan Asia dalam menghadang penyebaran penyakit malaria dan tuberculosis (TBC).
(ash/ash)