Google Redam Googlebomb
- detikInet
Jakarta -
Googlebomb adalah salah satu lelucon internet yang cukup populer, lelucon itu bahkan pernah menimpa Presiden George W. Bush. Kini Google memutuskan untuk meredamnya. Lelucon internet bernama googlebomb merupakan upaya sekelompok orang untuk menempatkan halaman web tertentu pada posisi paling atas untuk frasa pencarian tertentu di Google. Salah satu yang paling terkenal adalah frasa pencarian 'miserable failure' yang akan memunculkan halaman profil Presiden Amerika Serikat George Walker Bush. Seperti dikutip detikINET dari blog resmi Google Webmaster Central, Sabtu (27/1/2007), praktek googlebomb berusaha diredam dengan menerapkan sebuah algoritma baru. "Dengan memperbaiki analisis kami terhadap struktur web, Google mulai meminimkan dampak dari banyak googlebomb," ujar Matt Cutts, pengelola Google Webmaster Central. Saat ini, tutur Matt, frasa-frasa googlebomb akan menampilkan artikel atau diskusi mengenai googlebomb tersebut. Contohnya, frasa pencarian 'miserable failure' akan menampilkan artikel mengenai penggunaan frasa tersebut sebagai googlebomb. Kebanyakan googlebomb dibuat berdasarkan frasa pencarian yang memang memiliki hasil kurang relevan. Frasa yang lebih umum biasanya tidak bisa digunakan sebagai googlebomb. Matt mengatakan Google tak pernah menganggap serius lelucon seperti itu. Namun belakangan ada kesalahpahaman sehingga pihak lain menganggap googlebomb merupakan kesengajaan dari Google. "itu tidak benar, dan agaknya merupakan hal yang baik untuk memperbaiki kesalahpahaman itu. Maka beberapa dari kami di Google melakukan perbaikan dan menghasilkan sebuah algoritma yang meminimkan dampak googlebomb," Matt menjelaskan. Lebih lanjut Matt mengatakan dampak algoritma tersebut pada hasil pencarian di Google tidak akan terlalu besar. Hanya saja, algoritma tersebut diyakini mampu mengatasi masalah googlebomb daripada sekadar mengubah hasil pencarian secara manual.
(wsh/wsh)