Workshop Madania-detikINET
Back to School, Guru Belajar Ngeblog
- detikInet
Jakarta -
"Siapa yang berani mengajar tak boleh berhenti belajar," ujar John Cotton Dana seorang penggiat perpustakaan dari Amerika Serikat. Kutipan itu agaknya cocok untuk menggambarkan semangat para guru peserta 'Seminar & Workshop Pemanfaatan weblog dalam mendukung proses belajar-mengajar'. Acara itu digelar Sabtu (7/10/2006) di Sekolah Berwawasan Internasional (SBI) Madania, Telaga Kahuripan, Parung, Bogor. Sebanyak 50-an peserta yang berasal dari kurang lebih 30 sekolah dan beragam institusi lain rela go back to school untuk menghadiri acara yang digelar Madania dengan didukung oleh Microsoft dan detikINET itu. Gelar 'bintang' dalam acara itu boleh lah diserahkan pada Jalu Cahyanto. Guru middle school (SMP-red) SBI Madania itu merupakan teladan pemanfaatan blog dalam mendukung proses belajar-mengajar. Pria yang dikenal dengan sebutan 'Mister Jalu' itu mengajar Bahasa Inggris. Di luar kelas, ia memanfaatkan blog yang beralamat di mrjalu.blogspot.com untuk hal-hal terkait pelajaran dan pengalamannya. Ini termasuk untuk 'memajang' hasil karya muridnya maupun menampilkan soal-soal kuis. Jalu mengaku mendapatkan inspirasi memanfaatkan blog dari berbagai blog yang ditemuinya di internet. "Awalnya saya pikir untuk membuat situs harus kaya, karena harus bayar. Ternyata lewat weblog, bisa gratis," tuturnya. Praktek"Pembelajaran bukan produk dari pengajaran. Pembelajaran adalah produk dari kegiatan mereka yang belajar," tulis John Holt pionir pembelajaran mandiri homeschooling. Berangkat dari situ, maka peserta acara ini juga diberi kesempatan langsung membuat blog. Kegiatan membuat blog dipandu oleh Irwan Rouf, yang bersama Yayan Sopyan menulis buku 'Panduan Praktis Mengelola Blog' (MediaKita, 2005). Selain itu Irwan pun berbagi tips-tips jitu mengelola blog dan memanfaatkan layanan blog gratis di Blogger.com. Buku yang ditulis oleh pria asal Jogja itu pun jadi materi yang dibagikan pada peserta. Karena cukup banyaknya peserta, sesi praktek dibagi dalam dua kelas. Masing-masing kelas mampu menampung sekitar 25 orang peserta. Setiap peserta dipandu membuat blog di blogger.com dan beberapa kemampuan dasar seperti menambahkan gambar.Salah satu peserta sempat menanyakan pada Irwan apakah sebuah blog bisa kadaluwarsa seperti halnya layanan situs gratis di GeoCities atau lainnya. Menurut Irwan hingga saat ini ia belum melihat layanan blog gratis yang kadaluwarsa karena tidak pernah diisi oleh pembuatnya. "Tapi kalau layanan berbayar justru bisa expired. Ini karena lupa bayar," ujarnya disambut tawa peserta. Community ServerKonon sebuah pepatah Rumania mengatakan, "Orang lugu belajar dari pengalaman, orang bijak belajar dari pengalaman orang lain." Teknologi informasi adalah salah satu alat yang bisa dimanfaatkan untuk 'saling belajar dari pengalaman'. Hal itu yang kemudian digarisbawahi dalam pengenalan solusi 'Community Server' dari Microsoft yang dilakukan oleh Risman Adnan, Senior Developer Evangelist PT Microsoft Indonesia. Community Server, ujar Risman, memiliki beragam fungsi dan kemampuan yang bisa dimanfaatkan para guru dalam mendukung proses belajar-mengajar. Ini termasuk forum diskusi, blogs, hingga fitur unggah-unduh (upload/download). Microsoft pun memberikan ruang pada 'Community Server' yang sudah terpasang di server NetIndonesia.net untuk dimanfaatkan para guru. Nantinya layanan ini akan menjadi sarana tukar-menukar informasi dan berbagi pengalaman pemanfaatan teknologi informasi dalam belajar-mengajar bagi guru-guru di Indonesia. Untuk sementara ruang tersebut berada di sub-domain. Rencananya ke depan akan diadakan domain tersendiri untuk menafaatkan layanan tersebut. Jika para guru sudah handal memanfaatkan blog, diharapkan muridnya pun akan lebih jauh lagi memanfaatkan internet. Ibarat pepatah mengatakan, 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari!'(wsh)Keterangan Foto: (Dari atas ke bawah) Suasana sesi umum; Jalu Cahyanto berbagi pengalaman; Irwan Rouf membimbing peserta; Suasana praktek. Foto: wsh/inet
(wsh/wsh)