Lindungi Remaja dari Penguntit, Aturan Privasi Instagram Diperketat

ADVERTISEMENT

Lindungi Remaja dari Penguntit, Aturan Privasi Instagram Diperketat

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 24 Nov 2022 17:30 WIB
LONDON, ENGLAND  AUGUST 03 The Instagram app logo is displayed on an iPhone on August 3, 2016 in London, England.  Photo by Carl CourtGetty Images
Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta -

Meta punya langkah baru untuk meningkatkan aturan privasi di Facebook dan Instagram, terutama untuk melindungi penggunanya yang berusia remaja.

Langkah yang diambil Meta ini adalah mengubah pengaturan privasi standar untuk akun Facebook milik remaja dan membatasi fungsi pengiriman pesan dari orang dewasa ke remaja di Instagram dan Facebook.

Di Facebook, Meta akan mengubah pengaturan standar privasi akun yang dibuat oleh remaja berusia di bawah 16 tahun. Dengan perubahan tersebut, informasi seperti daftar teman, tagged post, laman dan akun yang diikuti akan secara otomatis berubah menjadi "more private settings".

Hanya saja aturan baru ini hanya akan diterapkan pada akun yang baru dibuat. Sementara untuk akun remaja yang sudah ada hanya akan "dicolek" oleh Meta untuk mengadopsi pengaturan yang sama.

Langkah serupa sebenarnya sudah diterapkan Meta di Instagram sejak 2021 lalu, yaitu dengan meningkatkan privasi akun milik remaja, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Kamis (23/11/2022).

Terakhir adalah cara Meta untuk menghambat orang dewasa yang mencurigakan untuk bisa menghubungi remaja lewat jejaringnya itu. Di Facebook, Meta akan memblokir orang-orang mencurigakan ini dari fitur "peaople you may know", dan di Instagram Meta menghilangkan tombol pesan di profil akun remaja.

Sayangnya Meta tak menjelaskan secara gamblang cara yang dipakai untuk menentukan orang-orang yang dianggap mencurigakan ini. Mereka hanya menyebut salah satu faktor yang dinilai adalah apakah mereka pernah diblokir atau dilaporkan oleh akun remaja.

Meta pun bekerja sama dengan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) untuk membuat platform global yang berfungsi untuk menghindari penyebaran foto intim remaja tanpa konsensual.

Platform global itu akan diluncurkan pada pertengahan Desember, dan fungsinya akan serupa dengan sistem serupa yang sebelumnya dibuat untuk orang dewasa. Cara kerjanya adalah remaja bisa melaporkan gambar di perangkatnya yang tak ingin tersebar.

Kemudian NCMEC akan menciptakan kode khusus untuk gambar tersebut dan kemudian disebarkan ke database perusahaan seperti Facebook. Dari situ, Facebook akan bisa mendeteksi jika gambar serupa diposting ke platform mereka, dan bisa langsung menghapusnya.



Simak Video "Tiktok Jadi Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT