Engineer Twitter Dipecat Karena Koreksi Kicauan Elon Musk

Engineer Twitter Dipecat Karena Koreksi Kicauan Elon Musk

ADVERTISEMENT

Engineer Twitter Dipecat Karena Koreksi Kicauan Elon Musk

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 15 Nov 2022 12:45 WIB
NEW YORK, NEW YORK - OCTOBER 31: Elon Musk attends Heidi Klums 21st Annual Halloween Party presented by Now Screaming x Prime Video and Baileys Irish Cream Liqueur at Sake No Hana at Moxy Lower East Side on October 31, 2022 in New York City. (Photo by Noam Galai/Getty Images for Heidi Klum)
Foto: Noam Galai/Getty Images for Heidi Klum
Jakarta -

Dari ribuan karyawan Twitter yang dipecat Elon Musk, setidaknya ada satu karyawan yang alasan pemecatannya urusan pribadi, yaitu seorang engineer bernama Eric Frohnhoefer.

Padahal, Frohnhoefer sebenarnya mengkoreksi kicauan Musk yang menurutnya tak tepat. Koreksi tersebut berlanjut menjadi debat panjang dan berujung menjadi pemecatan. "Dia dipecat," tulis Musk.



Drama ini berawal dari kicauan Musk yang meminta maaf karena layanan Twitter terasa lambat di banyak negara. Performa tersebut menurutnya terjadi karena pengaturan sistem remote procedure call (RPC) yang buruk.

Yaitu aplikasi Twitter harus menghubungi server berulang kali dan menunggu respon dari setiap permintaan tersebut. Hal inilah yang menurut Frohnhoefer tidak tepat berdasarkan enam tahun pengalamannya bekerja di Twitter.

"Saya sudah menghabiskan enam tahun mgenerjakan Twitter for Android dan bisa mengatakan kalau ini salah," tulis Frohnhoefer sembari meng-quote kicauan Musk tersebut.

Ia pun kemudian menjelaskan lebih lanjut soal pernyataannya itu. Yaitu Twitter sebenarnya sama sekali tak menggunakan RPC. Aplikasi Twitter hanya akan membuat 20 permintaan di latar saat pertama dibuka.

Namun Musk kemudian mendebatnya, dan menyebut kalau saat seseorang menggunakan aplikasi Twitter, ada 1200 microservices yang berjalan. Ia pun menyindir Fronhoefer karena tidak mengetahui hal tersebut.

Fronhoefer punya argumen lain, dan menurutnya jumlah permintaan microservices yang dibutuhkan untuk membuka timeline sebenarnya hanya sekitar 200, bukan 1200.

Debat ini terus berlangsung selama berjam-jam, dan banyak yang menganggap kalau seharusnya debat ini terjadi di Slack, bukan di Twitter di mana banyak orang bisa melihatnya. Dan Musk pun menutup percakapan tersebut dengan menyebut, "Dia dipecat".

Lima jam setelah kicauan tersebut, laptop kerja Fronhoefer dikunci secara remote dan tak bisa ia gunakan lagi. Saat dihubungi oleh Forbes, Frohnhoefer menyebut tak ada komunikasi formal dari Twitter soal pemecatan tersebut.

"Tidak, tidak ada sama sekali. Mereka semua sekumpulan pengecut," ujarnya saat dihubungi Forbes lewat telepon.



Simak Video "Elon Musk Sudah Setop PHK di Twitter, Kini Buka Loker Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT