Mimpi Mulia Anda Sapardan, Dorong Kesehatan Ibu Lewat Inovasi TeleCTG

Mimpi Mulia Anda Sapardan, Dorong Kesehatan Ibu Lewat Inovasi TeleCTG

#77PortraitAnakBangsa

Mimpi Mulia Anda Sapardan, Dorong Kesehatan Ibu Lewat Inovasi TeleCTG

Jihaan Khoirunnissa - detikInet
Senin, 08 Agu 2022 19:05 WIB
Anda Sapardan
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Foto: Dok OPPO
Jakarta - Kasus kematian ibu masih menjadi masalah serius di Tanah Air yang perlu ditangani. Bahkan, angka kematian ibu (AKI) tercatat mengalami kenaikan cukup drastis selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan jumlah kematian ibu tahun 2020 mencapai 4.627 jiwa, atau meningkat 10,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya 4.197 jiwa. Tingginya angka kematian ibu ini disebabkan oleh berbagai faktor. Namun yang paling banyak karena ibu yang mengalami kehamilan berisiko.

Selain masih rendahnya kesadaran akan kesehatan ibu hamil, beberapa penyebab kematian ibu melahirkan antara lain diakibatkan oleh pendarahan, hipertensi saat hamil atau preeklamsia, anemia, infeksi, dan lain-lain. Karena itu, layanan kesehatan menjadi penting untuk mencegah kematian ibu melahirkan. Kehadiran layanan kesehatan diharapkan dapat memfasilitasi pemeriksaan selama masa kehamilan, serta edukasi terkait persiapan persalinan. Sayangnya tidak semua masyarakat cukup beruntung untuk bisa mengakses fasilitas pelayanan kesehatan yang baik, misalnya saja para ibu hamil yang tinggal di pelosok Indonesia.

Hal inilah yang membuat Anda Waluyo Sapardan (Anda Sapardan) tergerak untuk mendirikan sebuah perusahaan inovasi kesehatan berbasis teknologi dengan nama Sehati TeleCTG. Tujuannya tidak lain ingin berkontribusi mewujudkan upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di berbagai daerah di Tanah Air.

Dibekali teknologi canggih, inovasi Sehati TeleCTG dapat membantu memonitor kesejahteraan janin dan meningkatkan kualitas manusia dari 1000 HPK. Selain itu juga dapat mendeteksi gangguan kehamilan dan janin, serta membantu pencegahan stunting sejak dini. Karena menurut Anda, setiap wanita berhak menjalani kehamilan yang sehat dan bahagia.

Kepada detikcom, Anda pun membagikan perjalanan panjangnya dalam mendorong peningkatan layanan kesehatan bagi ibu hamil lewat Sehati TeleCTG. Berikut petikan wawancaranya.

1. Boleh ceritakan awal perjalanan karier Anda, bagaimana Anda memulai dan apa tantangan yang Anda hadapi saat memulai karier?

Dimulai dari passion untuk kualitas kehamilan yang lebih baik bagi seluruh perempuan, di Indonesia khususnya, sehingga menghasilkan generasi berkualitas melalui informasi dan pelayanan kesehatan yang terstandar. Sebelum memulai Sehati TeleCTG pada 2016, saya sudah berkarier selama lebih dari 12 tahun di industri kesehatan (MGMT rumah sakit). Program yang dibangun saat mengelola rumah sakit, kami menamakannya Patient Journey, berhasil membuat pasien puas, terinformasi, kualitas kehamilan baik, para dokter senang, dan KPI sebagai MGMT RS pun tercapai.

Ingin agar program ini bisa dirasakan lebih luas, saya memutuskan membangun Sehati TeleCTG bersama co founders lainnya dan team kami. Memanfaatkan inovasi dan teknologi sebagai awal untuk cakupan yang lebih luas. Tantangan yang dihadapi saat memulai karier adalah menjadi wirausaha itu sangat berbeda dengan bekerja di korporasi. Luar biasa. Butuh mental baja, dan memang tidak semua orang memiliki bakat menjadi wirausaha.

2. Apa yang mendasari Anda untuk memilih karier yang Anda jalani saat ini?

Yang mendasari adalah passion, dan jujur, sudah terlanjur tercebur. Lelah dan pressure-nya luar biasa tapi saat melihat hasilnya, kebahagiaannya luar biasa. Saat melihat bidan, ibu hamil excited dan terbantu dengan inovasi kami, itu rasanya luar biasa.

Khususnya saat kami dapat membantu menurunkan Angka Kematian Ibu sebanyak 71% dan Angka Kematian Bayi sebanyak 25.8% di Kabupaten Kupang. Dan membuat ibu hamil di daerah terpencil melalui bidan bisa mendapatkan monitoring kesejahteraan janin secara langsung oleh dokter spesialis kandungan di kota melalui teknologi kami, itu kepuasaan batin yang tidak ada tandingannya. Membantu memberikan kesetaraan akses dan peluang untuk pelayanan kesehatan berkualitas bagi perempuan.

3. Bagaimana momen up and down dalam karier Anda? Dan bagaimana Anda bangkit saat berada di posisi terendah saat itu?

Ups and downs-nya luar biasa. Sampai istilahnya kami makan pasir. Banyak saat kami ingin menyerah karena tantangan terbesar justru datang dari regulator utama (kementerian teknis utama-nya). Sedih sih, karena alat medis kami adalah alkes berteknologi milik Indonesia dan sudah mendapatkan TKDN 41.05%, dan sudah terbukti bermanfaat (terbit jurnal ilmiah + testimoni) tapi sepertinya dukungan malah tidak ada.

Namun Allah bekerja dengan cara misterius, setiap kali ingin menyerah, dibukakan jalan, dan pengakuan dari negara lain, asesmen manfaat dan teknologi dari perusahaan alat medis terkemuka dunia yang menyatakan bahwa konsep dan teknologi ini sangat bagus menjadi hal paling akhir saat ini yang membuat kami bangkit.

4. Apa motivasi terbesar Anda dalam menjalani karier? Apa yang membuat Anda bertahan hingga berada di posisi sekarang?

Motivasi terbesar adalah memberi kebermanfaatan bagi sesama. Alhamdulillah dengan semua ups and downs yang terjadi karena bisa membuat saya mantab untuk mengutamakan kebermanfaatan dan melepaskan kemelekatan.

5. Apa impian terbesar yang ingin Anda wujudkan? Jika ada yang belum terwujud, bagaimana langkah-langkah Anda dalam mewujudkannya?

Impian terbesar bisa bermanfaat untuk sesama sebagai bekal hidup dunia akhirat. Semoga Sehati TeleCTG bisa menjadi ladang untuk mencapai ini. Menjadi alat bantu agar semua perempuan bisa merasakan kehamilan yang aman dan nyaman. Walau nantinya sudah bukan milik saya, tapi setidaknya di awal ada sedikit kontribusi saya sebagai catatan kecil kebaikan untuk sesama.

Langkah yang saya lakukan (yaitu) menstrategikan dan berikhtiar agar semakin banyak inovasi ini membantu sesama walau berarti melepaskan kepemilikan. Karena sebenarnya yang saya cari sekarang adalah ketenangan dan kebaikan hidup.

6. Ceritakan pengalaman paling berkesan/berharga dalam menjalani karier Anda?

Saat berhasil membantu secara riil menurunkan AKI dan AKB dan data yang dihasilkan teknologi kami bisa membantu upaya preventif untuk menghasilkan kualitas kehamilan dan generasi mendatang yang lebih baik.

Sebagai informasi, foto 77 Potret Anak Bangsa di atas diabadikan oleh kamera OPPO Reno8 Pro 5G 'The Portrait Expert'. Ponsel ini dilengkapi chipset MariSilicon X, memberikan performa AI terbaik dalam mengolah foto maupun video bahkan saat kondisi minim cahaya.

OPPO Reno8 Pro 5G mampu membuat siapa pun dapat menghasilkan karya dan mengekspresikan diri tanpa batas melalui teknologi yang dimiliki, desain yang memukau dan performa paling unggul. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam kampanye 77 Potret Anak Bangsa di Instagram OPPO Indonesia, kunjungi website resmi OPPO Indonesia untuk informasi lebih lanjut melalui tautan ini.

(ads/ads)